27 October 2019, 17:14 WIB

Penemuan 39 Mayat di Inggris Bikin Warga Vietnam Takut


Melalusa Sushtira Khalida | Internasional

AFP/Nhac Nguyen
 AFP/Nhac Nguyen
Warga Vietnam menamti kepastian kabar soal penemuan 39 mayat dalam truk di Inggris yang sebaguan besar WN Vietnam

KETAKUTAN di Vietnam meningkat manakala sejumlah keluarga migran mengkhawatirkan anggota keluarganya menjadi korban di antara 39 orang yang ditemukan tewas dalam sebuah truk di Inggris, Rabu (23/10) lalu.

Banyak yang meyakini korban berasal dari desa miskin di Vietnam tengah, dan membuat berapa keluarga di wilayah tersebut diliputi rasa takut akan kemungkinan terburuk yang menimpa anggota keluarganya.

Le Minh Tuan belum mendengar kabar lagi dari putranya yang bernama Le Van Ha, sejak pesan terakhir pekan lalu dikirimkan melalui media sosial Facebook.

Ha mengabarkan ia akan berangkat menuju Inggris dan akan kembali mengabarkan ayahnya begitu tiba. Pesan tersebut dikirimkan dua hari sebelum truk trailer berpendingin berisi mayat ditemukan di Essex, sebelah timur London, Inggris.

"Kami tidak mendengar kabar darinya sejak itu. Pasti dia ada di truk itu. Saya hanya ingin (tubuh) anak saya kembali ke rumah," ujar Le Minh Tuan di desa Yen Hoi, provinsi Nghe An, Vietnam, Minggu (27/10).

Baca juga : Mayoritas Korban dalam Truk di London Diduga Kuat WN Vietnam

Pria berusia 30 tahun itu meninggalkan dua putranya yang masih kecil dan istrinya di Vietnam sejak Juni lalu. Ha disebut melakukan perjalanan ke Turki, kemudian Yunani dan Prancis dalam perjalanannya menuju Inggris.

Ha berharap mendapatkan pekerjaan untuk membayarkannya kembali 30.000 dollar AS atau sebesar Rp420 juta kepada penyelundup untuk membawanya ke Eropa.

Ia juga berharap dapat mengantongi pinjaman lain sebesar 8.500 dollar AS atau sekitar Rp119 juta untuk membangun rumah bagi keluarganya.

"Dia ingin pergi untuk membayar hutang dan mengirim uang kembali ke anak-anaknya sehingga mereka akan memiliki kehidupan yang lebih baik," ujar ayahnya sembari berpegangan erat pada cucunya dan menangis.

Tak jauh dari lokasi tersebut, seorang ibu mengaku juga hilang kontak dengan anak laki-lakinya yang berusia 28 tahun, Vo Ngoc Nam. Ia mengatakan belum mendengar apa pun tentang nasib putranya yang telah bekerja di Rumania dan berencana untuk melakukan perjalanan ke Inggris.

"Saya telah menunggu dengan cemas selama beberapa hari terakhir untuk kabar apa pun darinya, namun kami tidak mendapatkan apa-apa," ujar ibu korban tersebut kepada AFP.

Penduduk desa Yen Hoi pun berencana untuk berkumpul dan menggelar doa bagi 39 korban tewas yang ditemukan di truk Inggris pada Minggu (27/10).

Vietnam Tengah kerap menjadi daerah pemasok migran ilegal yang mengejar peruntungan di luar negeri. Banyak yang akhirnya bekerja di Inggris secara ilegal di salon perawatan kuku atau di ladang ganja, yang sangat rentan akan hutang dan eksploitasi.

Lima orang sejauh ini telah ditangkap di Inggris sehubungan dengan penemuan truk bermuatan 39 mayat yang menjadi penyelidikan pembunuhan terbesar di Inggris sejak pemboman bunuh diri London pada 2005 lalu.

Baca juga : Warga Tiongkok Jadi Korban di Inggris

Sabtu (26/10), Duta besar Vietnam untuk Inggris, Tran Ngoc An, mengunjungi polisi yang melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Kedutaan Vietnam menyebutkan, Tran juga berkomunikasi dengan Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel melalui sambungan telepon.

Sementara itu, Polisi Essex mengatakan mereka ingin mempercepat proses identifikasi sidik jari dan tes DNA, namun hal tersebut diperkirakan akan memakan waktu.

Sebelumnya, sopir truk trailer berpendingin yang ditemukan di sebuah taman industri pada Rabu (23/10) pagi didakwa dengan 39 tuduhan pembunuhan dan perdagangan orang.

Kasus tersebut sontak mengejutkan Inggris dan menyoroti bahaya ekstrim yang dihadapi migran ilegal yang berupaya mencari kehidupan yang lebih baik di Eropa.

Dari 39 mayat yang ditemukan, 31 di antaranya diidentifikasi pria dan 8 lainnya merupakan wanita. Awalnya puluhan mayat tersebut diyakini sebagai warga Tiongkok, namun beberapa keluarga Vietnam kini menyampaikan kekhawatiran anggota keluarganya termasuk di antara yang tewas. (AFP/OL-7)

BERITA TERKAIT