27 October 2019, 16:48 WIB

DPR-Pemerintah Akan Bahas Implemenstasi Dana Otsus Papua


M. Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum

MI/M. Irfan
 MI/M. Irfan
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad

DPR RI bersama pemerintah dalam waktu dekat akan membahas implementasi dana Otonomi Khusus Papua. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, pihaknya akan pun akan segera bertemu komisi terkait untuk membahas soal otsus tersebut.

"Rapat itu nantinya antara komisi XI dan pemerintah untuk mendengar kan rencana implenentasi Pemerintah yang telah memastikan tetap menggelontoran dana otonomi khusus untuk Papua dan Papua Barat pada 2020," kata Sufmi saat dihubungi, Minggu (27/10).

Kepastian tersebut didapatkan setelah Badan Anggaran (Banggar) DPR menyetujui postur sementara APBN 2020 terkait dengan dana transfer ke daerah termasuk dana Otsus di dalamnya.

"Jika dilihat dana Otsus Papua menjadi Rp21,4 triliun sehingga meningkat 2,1 persen dibandingkan 2019," ungkapnya.

Diketahui, untuk Otsus Papua dan Papua Barat, dana Otsus yang diberikan sebesar Rp8,3 triliun akan dibagi berdasarkan persentase 70% sampai 30% persen pada 2020.

Baca jjuga : Pengungsi Wamena Capai 11.410 Orang

Selain dana Otsus ada juga Dana Tambahan Infrastuktur (DTI) untuk Papua dan Papua Barat sebesar Rp4,6 triliun "Porsinya memperhatikan usulan daerah yang memiliki prioritas infrastuktur tinggi," imbuhnya.

Selain itu, menurutnya adanya kebijakan baru dimana penggunaan anggaran Otsus harus ada perbaikan fokus dan prioritas penggunaan  terutama untuk sektor pendidikan dan kesehatan.

Sedangkan, terkait dengan evaluasi dan pengawasan dengan penggunaan anggaran atau APBN menjadi salah satu tugas pokok dari DPR.

"Seperti apa evaluasinya, tentu menunggu bagaimana Pemerintah melakukan penyerapan anggaran, terkait dengan dana otsus untuk tahun anggaran 2020, sudah disepakati di antara pemerintah dan DPR," tambahnya.

"Tentu, DPR berharap mata anggaran otsus untuk Papua dan Papua Barat tersebut bisa disalurkan dengan prinsip yang sudah disepakati bersama, tepat sasaran dan tepat gun," tutupnya. (IOL-7)

BERITA TERKAIT