27 October 2019, 14:02 WIB

Jelang Pilkada, Wabup Sukabumi Daftar Balon Bupati ke Gerindra


Benny Bastiandy | Nusantara

MI/Benny Bastiandy
 MI/Benny Bastiandy
Wabup Sukabumi,  Adjo Sardjono mengembalikan formulir pendaftaran calon bupati kepada Ketua Tim Bappda Gerindra, Usep Wawan, Minggu (27/10).

WAKIL Bupati Sukabumi, Jawa Barat, Adjo Sardjono, mendaftarkan diri sebagai bakal calon Bupati Sukabumi ke Partai Gerindra. Sang petahana yang pada Pemilu 2015 lalu berpasangan dengan Marwan Hamami itu, mengembalikan berkas formulir pendaftaran ke Sekretariat DPC Partai Gerindra, didampingi relawannya, Minggu (27/10),

"Alhamdulillah, hari ini saya ditemani para relawan, hadir di sini (Sekretariat DPC Partai Gerindra) untuk mendaftarkan diri sebagai bakal calon Bupati Sukabumi melalui Partai Gerindra. Saya sudah mengambil formulir, mengisi, dan menyerahkan kembali. Artinya, saya resmi mendaftar dan diterima sebagai pendaftar," kata Adjo kepada wartawan usai pendaftaran.

Adjo mengaku akan patuh terhadap aturan dan mekanisme yang ditetapkan Partai Gerindra. Ia memohon doa masyarakat Kabupaten Sukabumi agar proses pendaftaran hingga nanti pelaksanaan berjalan lancar.

"Harapannya, saya bisa diusung Partai Gerindra sebagai calon Bupati Sukabumi," tegasnya.

Ia menuturkan pendaftaran dirinya ke Partai Gerindra tidak prematur. Artinya, Adjo mengikuti tahapan mekanisme pendaftaran penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati yang digelar Partai Gerindra.

"Ya, saya kan mengikuti jadwal dan sekarang bukan hari pertama. Sebelumnya, juga sudah ada yang mendaftar. Saya kalau tidak salah yang ketiga," jelas Adjo.

Adjo menyerahkan semua hasil proses penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati kepada Gerindra sebagai parpol pengusung. Pun soal koalisi, Adjo tidak memiliki kewenangan menentukan dengan siapa Gerindra akan bergabung.

"Karena satu partai tidak cukup untuk mengusung, tentu akan berkoalisi nanti. Koalisinya dengan partai mana, ya saya mengikuti mekanisme, termasuk juga pasangan calon. Jadi, tidak hanya ditentukan saya sebagai calon, tapi harus dirumuskan bersama dengan partai-partai lain yang berkoalisi," bebernya.

Mantan Sekda Kabupaten Sukabumi itu mengatakan alasan dirinya memilih Gerindra lebih didasari pertimbangan kesamaan visi dan misi membangun wilayah. Ia tak memungkiri meskipun sekarang mendaftar di Gerindra, tetapi komunikasi dengan para pimpinan parpol di Kabupaten Sukabumi dilakukan.

"Dengan Demokrat dan partai lainnya sama, saya lakukan komunikasi. Tapi kan nanti tergantung dari DPP apakah mengusung saya atau tidak. Dengan PKB, PPP, kemudian yang lain seperti PAN, PKS, PDIP, juga NasDem," pungkasnya.

Ketua Badan Pemenanganan Pemilu Daerah DPC Gerindra Kabupaten Sukabumi, Usep Wawan, menyebutkan sejak dibukanya pendaftaran pada Jumat (25/10),
Adjo Sardjono merupakan pendaftar ketiga. Adjo mengambil formulir, mengisi, dan langsung mengembalikan.

"Yang pertama mendaftar di luar partai pak Sofyan Effendi (Kepala Disdukcapil Kabupaten Sukabumi). Yang kedua internal partai yakni Ade Dasep Zaenal. Yang ketiga pak Adjo. Hari ketiga (pendaftaran) sudah ada tiga orang," terang Usep.

Pendaftaran bakal calon Bupati dan Wakil Bupati yang dilaksanakan Gerindra akan ditutup pada 15 November 2019. Setelah proses pendaftaran bakal calon ditutup, kata dia, selanjutnya semua berkas bakal dibawa ke DPD Gerindra Jawa Barat.

baca juga: Empat Domain Sains Wajib Dikuasai Generasi Milenial

"Tanggal 17 November akan kami bawa berkas pendaftaran ke DPD Jawa Barat. Selanjutnya akan ada fit and proper tes. Bagi kami siapapun bakal calonnya, yang pasti harus satu visi dengan Gerindra," pungkasnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT