27 October 2019, 13:27 WIB

Presiden Cile Umumkan Perombakan Besar Kabinetnya


Melalusa Susthira K | Internasional

AFP
 AFP
Krisis perekonomian menyebabkan Presiden Cile Sebastian Pinera mengumumkan perombakan besar dalam tubuh pemerintahannya.

SEHARI setelah lebih dari satu juta orang turun ke jalan menuntut reformasi ekonomi dan politik, Presiden Cile Sebastian Pinera mengumumkan perombakan besar dalam tubuh pemerintahannya.

"Saya meminta semua menteri untuk mengundurkan diri dalam rangka membentuk pemerintahan baru. Dan dapat merespons tuntutan baru ini," ujar Pinera dalam pidatonya, Sabtu (26/10).

Ia juga mengumumkan status keadaan darurat akan dicabut jika kondisi memungkinkan hari ini, Minggu (27/10). Sedangkan, militer lebih dulu mengumumkan bahwa jam malam dicabut Sabtu (26/10) kemarin.

"Kami berada dalam realitas baru. Cile berbeda dari seminggu yang lalu," tegas Pinera.

Pemerintah Cile telah berjuang untuk menyusun tanggapan yang efektif terhadap demonstrasi mematikan yang dipicu oleh protes kenaikan tarif metro. Dan didorong oleh rentetan tuntutan politik dan ekonomi hingga pengunduran diri Pinera sebagai presiden. Demonstrasi juga telah meluas menjadi protes terhadap struktur sosial-ekonomi Cile.

Namun pada Sabtu (26/10) kemarin, sehari setelah lebih dari satu juta warga Cile turun ke jalan, kehadiran militer di ibukota Santiago tampak berkurang. Di kota-kota lainnya di Cile, demonstrasi juga hanya terjadi secara sporadis.

Lima dari tujuh jalur metro Santiago yang biasanya mengangkut 3 juta orang per harinya kini telah beroperasi sebagian. Sedangkan moda transportasi bus hampir 98 % telah kembali beroperasi. Toko-toko pun telah kembali dibuka.

Pinera yang menjabat sebagai Presiden Cile sejak Maret 2018, telah merombak kabinetnya sebanyak dua kali dalam kurun waktu 15 bulan. Perombakan tersebut dilakukan karena keraguan yang tumbuh atas kepemimpinannya dan lambannya ekonomi. Salah satu anggota kabinet yang paling kontroversial adalah Menteri Dalam Negeri Cile Andres Chadwick yang merupakan sepupu Pinera.

Tuntutan para demonstran kini juga termasuk membatalkan dan mengganti konstitusi negara yang diwariskan dari era kediktatoran Augusto Pinochet pada 1973 hingga 1990. Jumat (25/10) lalu, lebih dari satu juta warga Cile dari berbagai latar belakang politik dan kelas sosial turun ke jalan di Santiago maupun kota-kota lainnya di Cile. Aksi tersebut menjadikannya demonstrasi terbesar yang pernah terjadi di negara dengan 18 juta penduduk tersebut.

baca juga: PM Abiy Memperingatkan Kerusuhan di Ethiopia Bisa Memburuk

Lembaga HAM Nasional Cile (INDH) menyebut sekitar 584 orang terluka dan 2.410 orang lainnya ditahan selama protes. Sementara itu, jumlah korban tewas sampai saat ini mencapai 19 orang. (AFP/OL-3)

 

 

BERITA TERKAIT