27 October 2019, 07:59 WIB

Memaksimalkan Bonus Demografi Dengan Generasi Berencana


Atalya Puspa | Humaniora

Antara
 Antara
Sejumlah pelajar menyimak penjelasan petugas BKKBN tentang pendidikan seks untuk remaja. Hal ini untuk menciptakan Generasi Berencana. 

BONUS demografi akan berhasil membawa Indonesia pada kemajuan apabila  memenuhi prasyarat yang diperlukan. Yaitu, remaja yang sehat dan berkualitas, sehingga pada saatnya remaja mampu berkontribusi sebagai generasi yang produktif.

Namun untuk memanfaatkan bonus demografi terdapat sejumlah tantangan dari berbagai aspek. Mulai dari pendidikan masyarakat, tingkat kesehatan, dan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja yang masih rendah. BKKBN sebagai salah satu instansi yang berpartisipasi aktif dalam pembinaan remaja berupaya memaksimalkan bonus demografi dengan cara mengembangkan kualitas pribadi remaja.

"Ada 5 transisi remaja yg kita harus kita tampung yaitu melanjutkan sekolah, mencari pekerjaan, memulai kehidupan berkeluarga, menjadi anggota masyarakat, dan mempraktekkan hidup sehat," kata Sekretaris Utama BKKBN, Nofrijal di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (26/10).

Ia mengungkapkan, langkah konkret BKKBN untuk memanfaatkan bonus demografi yaitu menciptakan program Generasi Berencana (GenRe). Program tersebut dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja sehingga mereka mampu melangsungkan jenjang pendidikan, berkarir, kerja, serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.

"GenRe menyiapkan pribadi yang matang dalam membangun keluarga yang harmonis, memantapkan perencanaan dalam menata kehidupan untuk keharmonisan keluarga, melalui Pendewasaan Usia Perkawian (PUP), 21 tahun bagi wanita dan 25 tahun bagi pria," ujarnya.

Adapun, sosialisasi GenRe dilakukan lewat Pusat Informasi dan Konseling Remaja/Mahasiswa (PIK R/M) yang ada di lembaga pendidikan.

Untuk memperingati Hari Santri, BKKBN juga menyelenggarakan sosialisasi GenRe dalam acara Gebyar Aksi Akademi Kreatif Santri di Lombok Timur. Dalam acara tersebut, BKKBN mensosialisasikan Kesehatan Reproduksi Remaja, pendewasaan usia perkawinan, TRIAD KRR (Tidak Menikah Dini, Tidak Seks Pra Nikah, Tidak NAPZA), persiapan kehidupan berkeluarga, keterampilan hidup (life skill), penanaman nilai 8 fungsi keluarga, dan kependudukan serta bonus demografi.

baca juga: Balai Arkeologi Papua Temukan Situs Yope di Kampung Dondai

Asisten 1 Sekretaris Daerah Provinsi NTB Baiq Eva Nurcahyaningsih mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi inisiatif BKKBN untuk mendorong kualitas pribadi remaja dengan mengadakan program tersebut.

"Tepat sekali kalau kegiatan ini dilakukan, apalagi di Lombok Timur yang penduduknya paling banyak. Kasusnya juga paling tinggi. Jadi pas juga pemilihan lokasi di pondok pesantren yang ada di Lombok. Jika Lombok Timur selesai maka 1/4 masalah NTB sudah bisa terselesaikan hanya dari Lombok Timur," ujarnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT