27 October 2019, 09:15 WIB

Presiden Terus Dorong RI Jadi Negara Maju 


Nur Aivanni | Politik dan Hukum

ANTARA
 ANTARA
Presiden Joko Widodo dalam acara peresmian pembukaan Musyawarah Besar X Pemuda Pancasila di Jakarta

UPAYA Presiden Joko Widodo untuk mendorong agar Indonesia berhasil menjadi negara maju terus digelorakan. Dalam berbagai kesempatan, Presiden Jokowi terus memotivasi bangsa ini agar dapat mewujudkan cita-cita tersebut.

Pada 2045, menurut Presiden, Indonesia memiliki potensi besar untuk masuk ke lima besar ekonomi terkuat dunia dengan pendapatan per kapita kurang lebih Rp320 juta per tahun.

“Namun, untuk menuju ke sana tidak mudah. Cita-cita itu tidak secara otomatis bisa kita capai dengan gampang. Untuk mencapai cita-cita tersebut, kita harus bekerja keras, harus inovatif, harus menemukan cara-cara baru,” kata Presiden dalam acara peresmian pembukaan Musyawarah Besar X Pemuda Pancasila di Jakarta, Sabtu (26/10).

Semua kerja keras itu, lanjut Presiden, memerlukan fondasi yang kuat, toleransi, persatuan, persaudaraan, dan karakter kebangsaan yang kuat yang didasarkan pada ideologi Pancasila.

“Karena itu, saya titip, Pemuda Pancasila saya yakin akan terus menjaga Pancasila, menjadi motor pengamalan Pancasila untuk menjadi jalan bagi pencapaian Indonesia yang maju, sejahtera. Ini penting karena kita memang bercita-cita di 2045 ialah sebuah Indonesia emas yang memiliki kekuatan yang besar,” tandasnya. 

Terkait pembentukan Kabinet Indonesia Maju, dalam kesempatan yang sama, Presiden Jokowi meminta maaf kepada semua pihak yang merasa kecewa lantaran tidak bisa masuk ke susunan Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. Pasalnya, ia hanya bisa mengakomodasi 34 orang dari lebih 300 orang yang namanya masuk.

“Yang kecewa berarti lebih dari 266 orang. Pasti kecewa. Artinya, yang kecewa pasti lebih banyak daripada yang senang dan mungkin yang sebagian yang hadir juga ada yang kecewa. Saya mohon maaf tidak bisa mengakomodasi semuanya karena ruangnya hanya 34,” kata Presiden.


Apresiasi

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila Bambang Soesatyo memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Presiden atas sejuknya ruang-ruang persatuan bangsa pascapengumuman presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024.

Pada kesempatan itu, Ketua MPR RI itu juga menyampaikan keyakinannya bahwa Pemuda Pancasila mampu menjadi generasi muda yang dibutuhkan oleh bangsa ini, yakni generasi muda yang penuh inovasi dan mampu membalikkan ketidakmungkinan menjadi sebuah peluang serta mampu membuat kelemahan menjadi kekuatan dan keunggulan.

“Yang mampu membuat keterbatasan menjadi keberlimpahan, yang mampu mengubah kesulitan menjadi kemampuan, yang mampu mengubah sesuatu yang tidak berharga menjadi bernilai untuk rakyat dan bangsa Indonesia. Saya meyakini Pemuda Pancasila mampu berada pada kelompok pemuda yang saya sebutkan tadi,” tandasnya.

Bambang juga mengingatkan bahwa tidak boleh ada pihak-pihak yang ingin menjatuhkan pemerintahan di tengah jalan. 

“Bagi Pemuda Pancasila tidak boleh ada upaya-upaya yang ingin menjatuhkan suatu pemerintahan di tengah jalan karena itu ujung-ujungnya akan mengakibatkan rakyat tambah susah,” tegas Bamsoet, sapaan akrabnya.

Dalam acara yang dihadiri oleh 1.500 anggota Pemuda Pancasila itu, Bamsoet juga mengingatkan kepada siapa pun agar tidak mengganggu, baik kedaulatan NKRI maupun Pancasila. (X-6)

BERITA TERKAIT