26 October 2019, 14:05 WIB

Manfaatkan Gerakan Tubuh Menjadi Listrik, Ravi Raih IEYI 2019


Rifaldi Putra Irianto | Humaniora

MI/Rifaldi Putra
 MI/Rifaldi Putra
Para inovator muda yang berhasil menyabet penghargaan pada ajang International Exhibition for Young Inventors (IEYI) 2019 di Jakarta.

SEJUMLAH inovator muda Indonesia berhasil menyabet beberapa penghargaan pada ajang International Exhibition for Young Inventors (IEYI) 2019 yang di gelar di Indonesia. Mereka antara lain, Ravi Ramadhani dari Wonosobo, Jawa Tengah, dan Mohammad Arga Rhazes Ramadhan dari Bandung, Jawa Barat.

Ravi Ramadhani meraih medali perak untuk kelas Senior lewat teknologi ciptaanya yang diberi nama AYOOBAH. Teknologi yang telah di kembangkan sejak 2017 ini, merupakan Teknologi pemanfaatan gerak tubuh Manusia sebagai pembangkit energi listrik untuk mengisi daya pada telepon pintar dengan menerapkan GGL Induksi Magnet.

"Teknologi ini dapat mengubah gerakan manusia, jadi ketika kita sedang berjalan, beraktivitas dapat digunakan untuk melakukan charger," kata Ravi, seusai penyerahan penghargaan di Serpong, Tangerang Selatan, Jumat (25/10) malam.

Ia menerangkan, dalam hukum fisika energi itu kekal. Atas dasar itu pula, Ravi berkeyakinan, energi manusia yang awalnya dari nutrisi dari makanan bisa diubah menjadi energi dalam bentuk otot, pasti juga ada energi yang dapat dimanfaatkan.

"Energi itu saya manfaatkan melalu prinsip GGL induksi elktromagnetik, dimana ketika ada suatu kumparan dan magnet yang bergerak itu akan menghasilkan arus listrik. Jadi gerakan itu menghasilkan arus listrik," imbuhnya.

Dari perhitungannya, setiap gerakan akan menghasilkan energi sebanyak 5 volt, dan dalam 24 jam menghasilkan energi 10.000 MAh. Ia pun berharap, invensi AYOOBAH dapat menjadi produk unggulan dalam bidang teknologi dari dan bagi masyarakat untuk di komersilkan karena sifatnya yang kompetitif untuk di pasarkan secara luas. Ravi mengakui untuk menciptakan alat tersebut tidaklah mudah. Sebelumnya ia telah melakukan puluhan kali percobaan dan banyak juga yang gagal.

IEYI adalah ajang eksibisi ilmiah remaja internasional yang dilakukan untuk mendorong inovasi dan penemuan. Pada kegiatan tersebut muda-mudi Indonesia berhasil meraih satu medali perunggu, dua medali perak untuk kategori senior dan dua inovator meraih emas untuk kategori senior dalam ajang tahunan internasional itu.

Acara itu diadakan setiap tahun dalam 15 tahun terakhir dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjadi penanggung jawab saat Indonesia menjadi tuan rumah pada tahun ini. Untuk IEYI 2019, terdapat 150 proyek penelitian dari 11 negara peserta yaitu Indonesia, Jepang, Macau, Malaysia, Philipina, Rusia, Singapura Taiwan, Thailand, Tiongkok, dan Vietnam.

"Kompetisi ini diharapkan dapat meningkatkan cara berpikir kritis, menggali inspirasi, dan, memperluas kesempatan bagi semua pihak dalam hal ilmu pengetahuan, dan teknologi, " kata Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko. (H-2)

BERITA TERKAIT