27 October 2019, 01:00 WIB

Santainya Barbeku di Backyard


MI | Weekend

MI/Susanto
 MI/Susanto
Suasana barbeque di halaman belakang Aloft.

BERSANTAI melepas penat seusai bekerja sambil menanti lalu lintas lebih terurai tentunya menyenangkan. Tidak harus di kafe atau pusat perbelanjaan, coba ke Hotel Aloft Jakarta Wahid Hasyim.

Setiap Rabu, mulai pukul 18.00-21.00 WIB, pengunjung tidak semata tamu hotel bisa menikmati program barbeque night & live music di taman belakang hotel. 

“Ini area backyard kami sulap menjadi program barbeku ini. Program barbeque night ini untuk penghuni hotel maupun tamu walk in. Jadi, kalau mau dinner, kami arahkan tamu ke sini di Rabu malam. Kalau mau ala carte, mereka bisa ke restoran di lantai 2,” ujar Kepala Chef Aloft Jakarta Wahid Hasyim Endang Darmadi, Rabu (16/10).

Dengan membayar Rp188 ribu, Anda bisa menikmati empat varian daging yang dibakar dengan metode grill dan pan sear, di antaranya daging sapi, kambing, ayam, dan ikan (berdasarkan permintaan). Bagi yang vegetarian, tersedia satai sayuran. 

“Protein yang kami sajikan banyak. Kami menyediakan berbagai da­ging, seperti sapi, kambing, kemudian ayam. Ada hotdog dan burger. Memasaknya juga dadakan. Pas ada tamu, baru kita masak. Semua jadinya fresh. Yang kita jual kualitas,” jelas chef Endang, yang sepanjang kariernya lebih banyak menjadi chef di pelayaran. 

Setiap satai tidak hanya diisi potongan daging sapi atau ayam, tapi juga disetai paprika, jamur, dan bawang bombai. Aneka sayuran ini menambah cita rasa dari gurihnya daging saat dibakar. 

Lain cerita pada barbeku daging kambing, satainya sudah berbentuk cofta, mirip satai lilit. Daging kambing giling itu dibumbui rempah-rempah, daun ketumbar, garam, lada, cabai, dan cayenne pepper.

“Kalau ada yang request kita keluarkan juga barbeku ikan. Biasanya menggunakan ikan air tawar, seperti bawal dan gurami, dimasak di pan sear, seperti pada ayam dan lamb cofta. Makanan tersebut seperti ayam, tingkat kematangannya di suhu 74 derajat celsius ke atas biar aman dikonsumsi. Sementara itu, daging, patty burger, dan sosis hotdog bisa di-grill di suhu 63 derajat celsius,” terang chef Endang.

Untuk sausnya tersedia barbeku, mushroom, tomato, chilli, black pepper, dan sambal kecap. Lagi-lagi varian kecap hadir mengikuti permintaan tamu. Tidak lupa side dish berupa potato wedges dan mash potato.

“Orang Indonesia senang ada colo-colo. Mereka bilang satai kambing bilangnya kurang cocok pakai barbeque sauce. Next, kami mau bikin tusukan satai dari jari-jari motor atau sepeda ala sate klatak,” jelas chef Endang. (Try/M-3)

BERITA TERKAIT