26 October 2019, 10:25 WIB

Badan Bahasa tak Khawatir Bahasa Prokem Kikis Bahasa Resmi


Rifaldi Putra Irianto | Humaniora

ANTARA/Fouri Gesang
 ANTARA/Fouri Gesang
Ilustrasi

BULAN Oktober di peringati sebagai bulan Bahasa dan Sastra Indonesia, alasan bulan Oktober dipilih sebagai bulan bahasa dan sastra merujuk pada sejarah bangsa. Dimana Pada bulan ini, tepatnya 28 Oktober yang diperingati sebagai Hari Sumpah pemuda, ditetapkan pula bahasa resmi yang akan digunakan untuk bermasyarakat, yakni bahasa Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Bahasa dan Perbukuan, Dadang Sunendar tak menampik bahwa penggunaan bahasa prokem (bahasa gaul) pada kaum milenial masih kerap terjadi.

"Penggunaan bahasa prokem atau bahasa gaul oleh generasi milenial memang tidak bisa dilarang atau dihindari, Itu merupakan hal yang biasa terjadi. Setiap generasi memiliki bahasa gaulnya sendiri," kata Dadang saat dihubungi, Jakarta, Jumat, (26/10).

Meskipun penggunaan prokem yang kerap kali digunakan oleh kaum milenial, Dadang mengaku tak khawatir bahwa hal tersebut akan berdampak kepada ditinggalkanya penggunaan bahasa resmi Indonesia (Bahasa).

"Secara umum masyarakat kita menggunakan bahasa Indonesia untuk berkomunikasi, bekerja, belajar, dan lain-lain. Saya tidak khawatir dengan itu. Saya yakin, bersamaan dengan waktu dan usia penggunaan bahasa Indonesia generasi milenial akan semakin baik," jelasnya.

Bahkan ia mencatat, berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada tahun 2011 di Indonesia 79,5 persen masih berkomunikasi sehari-hari di rumah tangga dengan menggunakan bahasa daerah, sementara sebesar 19,9 persen menggunakan bahasa Indonesia.

Ia menyebutkan, pihaknya terus berupaya melakukan berbagai macam kegiatan untuk mendorong masyarakat untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

"Banyak sekali kegiatan yang dilakukan untuk mendorong masyarakat, kita juga mengimbau penggunaan bahasa yang baik dan benar melalui berbagai medsos maupun media lainnya," sebutnya.

Dalam pantauan, pada akun resmi Badan Bahasa dan Sastra berbagai agenda kegiata kebahasaan dilakukan untuk meningkatkan identitas bahasa Indonesia. Mulai dari kegiatan Festival Literasi hingga Seminar kebahasaan. (OL-4)

BERITA TERKAIT