26 October 2019, 07:20 WIB

Mendambakan Hadirnya Energi Universal


Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group | Sepak Bola

MI/Seno
 MI/Seno
Dewan Redaksi Media Group, Suryopratomo 

 SEBAGAI seorang manusia, pelatih Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino sangat mempercayai yang namanya energi universal. Paham ini meyakini bahwa orang, tempat, dan benda-benda yang ada di sekitarnya memiliki energi, baik itu positif maupun negatif. Ketiganya saling memengaruhi sehingga tidak ada peristiwa yang terjadi secara tidak sengaja.

"Saya merupakan orang yang sangat percaya kepada energi universal," kata Pochettino jujur. "Kalau Harry Kane selalu bisa mencetak gol, itu merupakan salah satu buktinya."

Minggu malam besok Pochettino sangat berharap energi universal yang positif menghampiri tim asuhannya. Pelatih asal Argentina ini sangat berharap untuk bisa mencuri tiga angka saat Spurs bertandang ke Anfield menghadapi pimpinan klasemen Liga Premier, Liverpool.

Lima tahun memimpin Spurs inilah saat terberat yang harus dihadapi Pochettino. Dua pertandingan terakhir Liga Premier merupakan titik nadir penampilan tim asuhannya. Mereka dipaksa menyerah 0-3 oleh tuan rumah Brighton dan hanya mampu bermain imbang 1-1 saat menjamu Watford.

Tidak heran apabila dari sembilan pertandingan yang sudah dimainkan, Spurs baru membukukan tiga kemenangan. Padahal, di musim lalu the Lilywhite mampu membuat sejarah besar lolos hingga pertandingan puncak Liga Champions.

"Sekarang memang situasi yang harus saya hadapi sungguh sangat berat. Beruntung para pemain semua mendukung saya dan saya akan berusaha 200% untuk membuat klub dan juga para pemain merasa gembira seperti bisa kami lakukan di musim lalu," kata pelatih Spurs itu.

Pochettino menilai tiga angka melawan Liverpool nanti sungguh penting untuk diraih karena akan menjadi modal untuk mengembalikan kepercayaan diri tim. "Hal lain tiga angka sangat, sangat, sangat kami perlukan untuk memperbaiki posisi kami di klasemen," tambah Pochettino.

AFP/ Ben STANSALL

Pelatih Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino.

 

Sangat yakin

Pelatih Spurs itu sangat yakin apabila tim asuhannya mampu meraih hasil maksimal di Anfield nanti. Kemenangan 5-0 atas Red Star Beograd di ajang Liga Champions pertengahan minggu ini menjadi modal besar untuk menghadapi Liverpool yang belum terkalahkan dalam 18 kali pertandingan terakhir di Liga Premier.

Pochettino memang masih harus kehilangan kiper Hugo Lloris yang digotong keluar ketika dipermalukan Brighton. Namun, kiper pengganti Paulo Gazzaniga sudah bisa diandalkan untuk menjadi palang pintu terakhir Spurs.

Pelatih asal Argentina itu kembali menerapkan pola andalannya 4-2-3-1 saat memecundangi Red Star. Pemain muda asal Kolombia Davinson Sanchez tampil apik untuk mendampingi Jan Vertonghen di jantung pertahanan. Dua bek sayap juga mampu dijaga dengan disiplin oleh pemain asal Pantai Gading Serge Aurier di kanan dan pemain asal Wales Benjamin Davies di kiri.

Dua gelandang bertahan asal Prancis Moussa Sissoko dan Tanguy Ndombele ikut berperan memperkuat pertahanan. Mereka benar-benar mampu menjadi pemecah serangan yang dibangun lawan agar tidak mengancam pertahanan.

Tidak salah apabila Pochettino mempercayai kembali keduanya dan menempatkan Eric Dier di bangku cadangan. Sissoko dan Ndombele sangat dibutuhkan untuk menghambat aliran bola dari trio 'Tim Merah': Jordan Henderson-Fabinho-Georginio Wij-naldum kepada tiga penyerang mereka.

Sama halnya untuk tiga gelandang menyerang, Pochettino sepantasnya tidak mengubah formasi the winning team. Trio Erik Lamela-Delle Alli-Son Heung-min bukan hanya solid untuk mengalirkan umpan-umpan kepada Kane, tetapi bisa menjadi second striker. Lima gol ke gawang Red Star dua disumbangkan oleh Son dan satu oleh Lamela.

Harry Winks, apa boleh buat, kembali harus duduk di bangku cadangan. Ia memang selalu tampil bagus di tim nasional Inggris. Namun, Spurs sangat membutuhkan kemenangan saat bertandang ke Anfield.

"Pertandingan Minggu nanti akan menjadi sangat fantastik. Beberapa bulan lalu kami harus menghadapi mereka di final Liga Champions dan kali ini di Anfield," ujar Pochettino.

"Saya sungguh merasa dalam kondisi yang baik. Sekarang yang kami butuhkan tinggal bagaimana bermain tenang dan setahap demi setahap membangun kembali permainan Spurs seperti yang seharusnya," kata pelatih berusia 47 tahun itu.

Kapten kesebelasan Kane berharap rekan-rekannya mempertahankan momentum kemenangan atas Red Star saat menghadapi The Reds nanti. Seluruh pemain bukan hanya tampil penuh semangat, tetapi mampu menciptakan banyak peluang yang menghasilkan gol banyak tanpa harus kebobolan.

 

Bukan Red Star

Pelatih Liverpool Juergen Klopp mengakui Spurs dalam grafik permainan yang meningkat. Namun, dia percaya kemampuan tim asuhannya karena kualitas Liverpool berbeda jauh dengan Red Star. Itu sudah ditunjukkan 'Tim Merah' untuk bangkit lagi setelah ditahan Imbang 1-1 oleh Manchester United dengan mengalahkan Genk, Belgia 4-1 di ajang Liga Champions.

"Kami tahu Tottenham bukanlah Genk. Namun, kami pun tidak sama dengan Red Star yang mudah mereka kalahkan," tutur Klopp.

Pelatih Liverpool asal Jerman ini akan mempercayakan trio Sadio Mane-Riberto Firmino-Mohamed Salah untuk kembali menjadi tukang gedor. Saat menghadapi 'Setan Merah' pekan lalu, Klopp mengistirahatkan Salah. Namun, penyerang asal Mesir itu diturunkan di ajang Liga Champions dan bahkan menyumbangkan satu gol kemenangan.

AFP/ Daniel ROLAND

Pelatih Liverpool Juergen Klopp.

 

Klopp mempunyai banyak pilihan untuk mengisi lapangan tengah. Dia bisa mempercayakan trio Wijnaldum-Fabinho-Henderson atau memasukkan Alex Oxlade-Chamberlain dan Naby Kieta untuk mendampingi Fabinho. Oxlade-Chamberlain sering main angin-anginan, tetapi Rabu lalu mampu mencetak dua gol ke gawang Genk.

Liverpool juga memiliki pemain kawakan James Milner yang bisa ditempatkan di mana saja. Saat bertandang ke kandang Genk, Milner dimainkan Klopp sebagai bek kanan menggantikan posisi Trent Alexander Arnold. Milner ternyata bisa padu dengan Andy Robertson maupun dua center-back Virgil van Dick dan Dejan Lovren.

Dengan semakin pulihnya Kiper Alisson Becker pantas apabila Klopp percaya diri untuk memberikan mimpi buruk bagi Pochettino. Pelatih Spurs bisa terancam posisinya apabila Minggu nanti dipecundangi oleh Liverpool.

Di hadapan pendukungnya, 'Tim Merah' akan menjadi momok menakutkan bagi Spurs. Masuknya tujuh nama pemain Liverpool dalam 30 nominasi peraih Ballon d'Or tahun ini menggambarkan kekuatan 'Tim Merah'.

Kemenangan Minggu malam nanti bukan hanya akan memperkukuh posisinya di puncak klasemen, tetapi semakin meninggal jauh Spurs yang sekarang sudah tertinggal 13 poin dari 'Tim Merah'.

"Tentu menghadapi Tottenham yang sedang bangkit merupakan pertandingan besar, tetapi kami beruntung mempunyai satu hari istirahat tambahan sebelum bertemu mereka. Marilah kita bersiap menghadapi Tottenham," ujar Klopp penuh percaya diri.

 

BERITA TERKAIT