25 October 2019, 21:58 WIB

Kalangan Milenial Diharap Kenal Olahraga Tradisional


mediaindonesia.com | Olahraga

MI/Susanto
 MI/Susanto
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali

KALANGAN milenial diharapkan bisa lebih mengenal beragam olahraga tradisional seperti egrang, sumpitan, dan lainnya.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengungkapkan itu saat memberikan keterangan pers di Media Centre Kemenpora, Jakarta Rabu (23/10). Keterangan pers tersebut terkait penyelenggaraan Pekan Olahraga Tradisional Tingkat Nasional (Potradnas) VII 2019 yang diselenggarakan di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta pada 25-28 Oktober.

Event nasional yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali ini mempertandingkan lima cabang olahraga tradisional yaitu hadang, dagongan, terompah panjang, egrang, dan sumpitan.

"Saya ingin tekankan bahwa masyarakat kita, khususnya kaum milenial bisa lebih mengenal olahraga tradisional kita. Ini menjadi upaya Kemenpora untuk mengingatkan kembali kepda generasi muda bahwa kita punya olahraga tradisional," kata Zainudin.

Baca juga: Kemenpora Ingin Pecinta Olahraga Ekstrem Kembangkan Kemampuan

Lebih lanjut, dia berharap pemerintah daerah juga bisa ikut andil dalam menggelorakan olahraga tradisional. Sehingga, olahraga tradisional bisa berkembang dengan baik.

"Saya kira, pemerintah terus mendorong agar masyarakat bisa mengembangkan apa yang sudah ada, olahraga tradisional kita sudah membuktikan bisa berprestasi misalnya dari silat, sepak takraw, dan lainnya. Saya harap olahraga ini semakin diminati oleh kaum milenial," ujarnya.

"Pemerintah tentunya memfasilitasi kegiatan itu. Saya kira pemerintah saja tidak cukup, kegiatan seperti ini juga harus didukung oleh semua pihak. Di samping nilai olahraga, juga ada nilai budaya olahraga tradisional," jelas Zainudin.

Untuk diketahui, Potradnas merupakan bagian dari fokus pemerintah dalam melestarikan olahraga tradisional. Peserta yang ditargetkan dalam kejuaraan ini yakni sebanyak 2 ribu orang yang berasal dari 22 perwakilan provinsi dan kabupaten/kota. (RO/X-15)

BERITA TERKAIT