26 October 2019, 11:05 WIB

Pesta Filantropi Bagi Milenial


Fathurrozak | Weekend

dok filantropi.or.id
 dok filantropi.or.id
Next Generousion Festival Filantrop Muda 2019 bakal berlangsung pada 2-3 November.

FILANTROPI atau gerakan kedermawanan tidak lagi identik dengan orang tua. Anak muda juga dapat berkontribusi besar dan dengan cara kekinian.
Semangat filantropi bagi milenial itulah yang ingin disebarkan lewat Next Generousion Festival Filantrop Muda 2019 bakal berlangsung pada 2-3 November. Festival ini menghadirkan beragam yayasan sosial dan bakal meluncurkan Pekan Donasi Online (Pedoeli Indonesia).

Festival yang akan berlangsung selama dua hari di Epiwalk Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan ini diselenggarakan oleh Filantropi Indonesia. Asosiasi nirlaba dan independen yang menaungi beberapa lembaga filantropi di Indonesia. Direktur Eksekutif Filantropi Indonesia Hamid Abidin menyebutkan lembaganya menemukan pola kebiasaan publik dalam berdonasi pada era digital saat ini.

Temuannya, di antaranya ialah, organisasi filantropi kini bukan saja digerakkan oleh golongan tua yang memasuki masa pensiun dan memiliki aset kekayaan. Melainkan, saat ini anak muda juga turut aktif dalam kegiatan filantropi.

Selanjutnya, cara untuk berderma atau menyumbang, juga mengalami pergerseran. Bila pada sebelumnya publik lebih akrab dengan sumbagan langsung uang tunai, kini dengan kemunculan beberapa platform pembayaran digital turut dimanfaatkan dalam menyumbang. Seperti penggunaan kode QR, misalnya.

"Berkaitan dengan ini, kami mencoba mendorong anak muda untuk lebih serius dalam kegiatan filantropi. Sekaligus memberi edukasi ke masyarakat untuk mulai menggunakan platform digital dalam memberikan sumbangan lewat payment gateway. Maka kami gelar Festival Filantrop Muda," ungkap Hamid saat konferensi pers di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat, (25/10).

Lewat festival tersebut, Hamid menandaskan ingin memberikan identitas baru terhadap kegiatan filantropi, termasuk untuk generasi yang dianggapnya mau mempedulikan pemberian solusi persoalan sosial.

Pekan Donasi Online Indonesia

Selain menghadirkan berbagai rangkaian aktivitas dan mendatangkan para pembicara serta yayasan penerima dana filantropi, Next Generousion juga akan merilis kampanye Pekan Donasi Online (Pedoeli) Indonesia. Gerakan ini menjadi salah satu aksi nyata untuk melibatkan pengunjung yang hadir dalam memberikan kontribusi mereka kepada para penerima bantuan.

"Sudah ada 37 organisasi yang ada di Pedoeli Indonesia, yang bisa dipilih sesuai ketertarikan masyarakat untuk diberikan sumbangan. Dari 37 itu tentu harus memiliki sustainable development goals (sdgs). Jadi kami pastikan bantuan yang diberikan oleh masyarakat tidak diperuntukkan untuk individu seperti pengobatan satu orang. Melainkan lebih menyasar ke penggunaan yang lebih berdampak luas," jelas Ketua Panitia Next Generousion Hety A. Nurcahyarini.

Hety melanjutkan, tujuan dari festival ini juga bukan pada besaran jumlah nominal yang terkumpul. Ia menyebutkan lewat Festival Filantrop Muda, pihaknya ingin menemukan hal baru.

"Dari festival kami ingin tahu pola menyumbang masyarakat Indonesia itu seperti apa. Apakah ternyata masih banyak dana yang didonasikan itu untuk pendidikan. Atau misalnya, dalam donasi apakah ternyata masih banyak yang menggunakan uang tunai? Ini nanti akan bisa dirumuskan caranya oleh para organisasi dalam menerima sumbangan. Selain itu, donasi yang masuk ke organisasi tidak akan mendapat potongan sama sekali dari Filantropi Indonesia."

Sementara itu, Pekan Donasi Online Indonesia bakal berlangsung hingga 10 November. Setelah itu, Filantropi Indonesia bakal mempublikasikan perolehan dana, pemanfaatan, dan memgungkapkan program yang menarik atensi publik untuk didukung. Hamid menambahkan, Festival Filantrop Muda bakal jadi salah satu ajang yang mengampanyekan dan mengedukasi dalam kebiasaan berdonasi melalui platform digital. (M-1)

BERITA TERKAIT