25 October 2019, 18:31 WIB

Trans-Jakarta Lirik Bus Listrik Buatan Eropa


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
 ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Bus listrik melakukan konvoi di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Sabtu (7/9/2019).

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memastikan akan memilih bus listrik buatan Eropa untuk melayani warga DKI.

Direktur Utama PT Transjakarta, Agung Wicaksono menyampaikan saat ini operator Transjakarta menggunakan tiga merk bus buatan Eropa yaitu Mercedes Benz dari Jerman, Volvo, dan Scania dari Swedia. Semua perusahaan tersebut hadir di Bus World Eropa dengan menghadirkan purwarupa bus listriknya.

"Ternyata, bus listrik adalah memang betul tren masa depan dunia. Next Generation, seperti tertulis di displaynya," kata Agung dalam keterangan resminya, Jumat (25/10).

Baca juga: Trans-Jakarta Tambah 59 Unit Armada

Agung hadir dalam kesempatan Bus World Eropa yakni pameran bus yang saat ini digelar di Brussel, Belgia. Ia didapuk oleh UITP (Union, Internationale des Transports Publics) untuk menyampaikan kisah kesuksesan Pemprov DKI dan Transjakarta menata ulang sistim transportasinya dalam 15 tahun terakhir.

Agung mengatakan kendati merk-merk Eropa yang sudah dicintai konsumen sangat dinantikan kehadirannya di Jakarta, syarat standar laik pakai operasional Transjakarta adalah ketahanan baterai dalam menjalankan bus listriknya nanti.

Cuaca Jakarta sangat memengaruhi kemampuan bus tersebut beroperasi, terutama kemampuan baterei untuk pendinginan di dalam bus.

"Karena menurutnya perhitungan menunjukkan, kebutuhan energi baterai untuk AC di iklim tropis sama besarnya dengan kebutuhan energi untuk menggerakkan perjalanan bus," ungkapnya.

Agung memastikan bahwa pihaknya tetap mendorong hadirnya bus merk tersebut dengan versi bus listrik agar segera siap untuk memenuhi kebutuhan Transjakarta dengan standar dan spesifikasi yang handal untuk cuaca dan suhu udara di Jakarta.

E-Citaro keluaran Mercedes Benz yang mengawali operasi di Hamburg, Volvo 7900 yang sudah berjalan di Gothenburg, ataupun Scania yang masih piloting di Ostersund. Ketiga merk ini diketahui belum dapat memastikan kapan siap untuk hadir di kota tropis seperti Jakarta.

Sementara itu, merk Tiongkok seperti BYD yang sudah menjadi 'market leader' bus listrik di dunia sudah menjalankan uji coba bersama Transjakarta. Pun demikian dengan bus merk Mobil Anak Bangsa (MAB) juga yang menjadi bentuk komitmen membangun industri dalam negeri yang harus terus berkembang dan didukung, sudah sepakat untuk uji coba.

Bagaimanapun, Agung memastikan bahwa Transjakarta lebih mengedepankan Agen Pemegang Merk (APM) dalam pemilihan armada yang akan dioperasikannya agar kualitas dan perawatan serta suku cadang dapat dilaksanakan dengan baik dan berkesinambungan.

"Transjakarta terbuka untuk semua. Karena bus tidak penting dari mana 'paspor' atau KTP-nya, yang penting adalah APM dealer-nya dan seberapa berkualitas mereka dalam merawat, menyediakan spare-part dan mengatur siklus baterai sebagai jantung hatinya bus listrik," tegasnya. (Put/A-3)

BERITA TERKAIT