25 October 2019, 17:43 WIB

Wakil Ketua MPR-Undip Usulkan Ratu Kalinyamat Pahlawan Nasional


Mathias S Brahmana | Humaniora

MI/ Mathias S Brahmana
 MI/ Mathias S Brahmana
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat dan Dekan Fakultas Ilmu Budaya Nurhayati

WAKIL Ketua MPR Lestari Moerdijat, selaku pembina Yayasan Dharma Bakti Lestari (YDBL) menandatangani naskah kerja sama dengan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Undip untuk mengusulkan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional.

Alasannya, Ratu Kalinyamat telah berkontribusi terhadap embrio kebangsaan Indonesia dalam konteks kekinian. Penandatanganan naskah kerja sama tersebut dilakukan di kampus Unidp, Semarang, Jumat (25/10).

Lestari yang akrab disapa Mbak Rerie memaparkan proses persiapan pengajuan sudah rampung 75% dengan terselesaikannya naskah akademik dari permohonan tersebut.

"Naskah akademik disusun oleh tim pakar yang diketuai oleh Ratno Lukito yang dibantu oleh pakar sejarah Undip, pakar politik, dan pertahanan UI, ahli ilmu komunikasi UI, arkeolog Pusat Litbang Balai Arkeologi Nasional Kemendikbud," ujar Mbak Rerie.

Baca juga: Menguak Sejarah Sepak Terjang Ratu Kalinyamat

Pernyataan itu disampaikan bersamaan dengan ditandatanganinya naskah kerja sama antara Yayasan Dharma Bakti Lestari (YDBL) dengan FIB Undip untuk melakukan dan mengefektifkan segala bentuk kajian atas fungsi dan makna ketokohan dan nilai-nilai kejuangan Ratu Kalinyamat yang berkuasa di Kerajaan Jepara pada 1549-1579.

Naskah kerja sama ditandatangani Pembina YDBL Lestari Moerdijat dan Dekan FIB Undip Nurhayati, Jumat (25/10/2019) di Kampus Undip.

Hadir dalam kesempatan itu Wakil Dekan I FIB Undip Alamsyah, Wakil Dekan II FIB Suhayo, Wakil Ketua Ikatan Alumni Undip Setiyo Miharso serta Ketua Tim Pakar Ratu Kalinyamat YDBL Ratno Lukito.

Saat ini, YDBL bersama komponen masyarakat lainnya di Kudus, seperti Lesbumi NU, Yayasan Lembayung, Yayasan Sultan Hadlirin, sedang menghidupkan kembali rencana menjadikan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional. Bahkan untuk itu, telah didirikan Pusat Kajian Ratu Kalinyamat di Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara.

Rerie yang juga arkeolog UI menyatakan mengupayakan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional merupakan panggilan sejarah untuk menghadirkan marwah dan nilai kejuangan para peletak landasan dasar kebangsaan dalam ke-Indonesiaan saat ini. Di sisi lain mendorong para melenial untuk berkaca pada Ratu Kalinyamat sebagai penjuru arah perjalanan bangsa.

"Abad ke-16 sudah hadir Ratu Kalinyamat, perempuan hebat dengan visi besar sebagai pionir nusantara menjadi poros maritim dunia dan perencana perang yang tangguh melawan Portugis di Selat Malaka," tegasnya.

Dekan FIB Undip Nurhayati menyatakan pihaknya siap memberi dukungan terhadap upaya YDBL dalam mengusulkan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nadional. "Kami tidak hanya siap bekerja sama demi tujuan mulia ini, tetapi sekaligus memberikan rekomendasi akademik secara kelembagaan. Kami mendukung penuh," ujar doktor yang belum lama ini dikukuhkan sebagai Dekan FIB Undip.

Menurut Nurhayati, Ratu Kalinyamat telah berkontribusi terhadap embrio hadirnya kebangsaan Indonesia dalam konteks kekinian. Dalam jejak historisnya, Ratu Kalinyamat mempunyai peran penting dalam pembentukan embrio kebangsaan Indonesia.

"Pada 1551, Ratu mengirim sedikitnya 3.000 pasukan untuk membantu Kerajaan Johor merebut kembali Malaka dari tangan Portugis," sebutnya.

Pengorbanan Ratu Kalinyamat dalam melawan penjajahan Portugis di nusantara menunjukkan semangat patriotisme yang luar biasa. "Saya setuju dengan Mbak Rerie, bila anak muda saat ini harus belajar cara Ratu Kalinyamat dalam mencintai bangsanya," katanya.

Sebagai bentuk atas kekaguman terhadap Ratu Kalinyamat, Nurhayati menyampaikan kesediannya sebagai tuan rumah sekaligus pengkonsep Seminar Nasional Ratu Kalinyamat yang akan digelar pada November mendatang. "Kami akan optimalkan seluruh energi keilmuan untuk menjadikan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional," pungkasnya.

BERITA TERKAIT