25 October 2019, 17:12 WIB

PAN Sebut Pelantikan 12 Wamen Bernuansa Politis


Putra Ananda | Politik dan Hukum

MI/RAMDANI
 MI/RAMDANI
Presiden Jokowi, Wapres Ma'ruf Amin bersama 12 wakil menteri

PARTAI Amanat Nasional (PAN) menyebut pelantikan 12 wakil menteri (wamen) yang akan membantu kinerja Kabinet Indonesia Maju kental beraroma politis. Komposisi wamen, menurut Sekjen PAN  Saleh Daulay Partaonan terlihat seperti mengakomodasi kepentingan parpol.

"Komposisi juga bukan hanya dari kalangan profesional taoi dari kalangan parpol. Nah apakah ini demi mengakomodir parpol, ya jelas dong. Namanya dari pimpinan parpol. Apakah tujuannya politis atau strategis ini yang kita tanya kepada presiden," tutur Saleh di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (25/10).

Saleh juga mempertantayakan komitmen Presiden Joko Widodo yang mengatakan akan memangkas birokrasi di pemerintahan. Keputusan penlantikan 12 wamen justru kontradiktif dengan gagasan Presiden Joko Widodo soal reformasi birokrasi.

"Pertanyaannya apakah ini tidak bertentangan atau kontradiktif dengan gagasan Presiden untuk memangkas birokrasi di pemerintahan," paparnya.

Sebelumnya dalam pidato pelantikan saat Sidang Paripurna MPR, Presiden Jokowi menekankan soal reformasi birokrasi. Ia berencana menyederhanakan jabatan eselon dengan memangkas eselon III dan IV. Presiden Jokowi mengatakan nantinya eselon-eselon tersebut akan disederhanakan menjadi 2 level.

"Itu sebetulnya satu langkah yang progresif dan saya kira perlu dicoba. Tapi pada sisi yang lain kita mendengar ada 12 orang yang sedang diperkenalkan di istana untuk menjadi wakil menteri," tutur dia. (OL-8)

BERITA TERKAIT