25 October 2019, 15:18 WIB

Gibran Maju Pilkada Solo Tidak Baik Bagi Jokowi


Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI
 MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI
Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka (kiri) bersama Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto usai bertemu Megawati.

PENGAMAT Politik LIPI Syamsudin Haris menyarankan Putra Presiden Jokowi Gibran Rakabuming Raka untuk tidak maju di Pilkada Kota Solo 2020. Selain dianggap masih muda dan butuh pengalaman yang cukup, DPC PDIP Kota Solo juga sudah menutup pintu bagi Gibran.

"Saya kira tdk baik bagi pak @jokowi, @PDI_Perjuangan, dan Bu Mega jika membuka kembali peluang bagi @GibranRakabumi utk diusung oleh PDI-P padahal DPC PDI-P Solo sdh tutup pintu krn ada paslon walikota yang sdh antri. Gibran perlu bersabar. Lg pula msh muda," kata Haris melalui cuitan akun twitternya @sy_haris, Jumat (25/10).

Ia jelaskan juga bahwa dengan berupaya mendekati Ketua Umum PDIP Megawati, Gibran dianggap memaksakan kehendak. "Akan tidak baik buat Gibran dan tentu juga Presiden Jokowi sendiri karena seolah-olah ada pemaksaan harus maju. Toh mekanisme penjaringan kan dari bwah. Jangan sampai ada kesan, mentang-mentang anak Presiden lalu bisa melakukan apa saja untuk maju. Ini tidak baik," ungkap Haris.

Seperti diketahui, putra sulung Presiden Jokowi tersebut, pada Kamis kemarin (24/10) menemui Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri. Kedatngan Gibran menemui Mega salah satunya adalah meminta restu untuk maju dalam pemilihan Walikota Solo. Sebelumnya Gibran mendaftar lewat DPC PDIP Surakarta, hanya saja pintu buat Gibran sudah tertutup lantaran ada kader lain yang lebih senior yang akan maju.(OL-4)

BERITA TERKAIT