25 October 2019, 12:15 WIB

Amran Sebut Data Sawah BPS adalah Data Mafia


Andhika Prasetyo | Ekonomi

MI/Rudi Agung
 MI/Rudi Agung
Mantan Menteri Pertanian Amran Sulaiman

MANTAN Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut data lahan sawah yang diolah Badan Pusat Statistik bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang melalui skema Kerangka Sampel Area (KSA) sangat tidak akurat.

"Saya mau sampaikan sekarang karena kalau saya sampaikan sebelumnya takut gaduh," ujar Amran saat melakukan serah terima jabatan Menteri Pertanian di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (25/10).

Menurutnya, setelah dicek ulang, ketidakakuratan data lahan sawah yang dikeluarkan BPS mencapai 92%.

"Data pangan yang ada dengan teknologi tinggi itu salah, dengan citra satelit itu salah. Ini harus diperbaiki," kecamnya.

Baca juga: Menteri Tenaga Kerja Mulai Inventarisasi Regulasi yang Menghambat

Dengan kesalahan data luas sawah, ia menyebut kuota subsidi pupuk akan berkurang hingga 600 ribu ton. Hal tersebut akan membuat banyak petani tidak bisa mengakses pupuk sehingga membuat produksi turun.

"Kalau produksi turun akhirnya impor masuk. Jadi data itu ada dua. Ada data pertanian, ada data mafia," tandasnya.

Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, Kementerian Agraria dan Tata Ruang bersama Badan Pusat Statistik telah mengeluarkan data luas baku sawah terbaru yang dihimpun dengan metode kerangka sampel area (KSA).

Pada data anyar itu disebutkan luas baku sawah di Tanah Air hanya 7,1 juta hektare (ha), jauh di bawah data luas sa­wah lama yang dikeluarkan Kementerian Pertanian sebesar 8,1 juta ha. (OL-2)

BERITA TERKAIT