25 October 2019, 10:30 WIB

Dianggap Lemah Melawan Tiongkok, NBA Dikecam Pence


Basuki Eka Purnama | Internasional

AFP/NICHOLAS KAMM
 AFP/NICHOLAS KAMM
Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence

WAKIL Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence, Jumat (25/10) WIB, mengecam NBA karena dianggap tidak bersikap keras terhadap Tiongkok sembari menyerukan dukungan untuk demonstran prodemokrasi Hong Kong.

Dalam pidato terkait hubungan AS dan Tiongkok, Pence mengkritik Beijing atas perilaku mereka dalam berdagang, postur militer, dan perlakuan terhadap kelompok minoritas.

Meski begitu, Pence menegaskan AS pada akhirnya ingin memiliki hubungan yang konstruktif dengan 'Negeri Tirai Bambu' itu.

"AS tidak ingin berkonfrontasi dengan Tiongkok. Kami menginginkan posisi yang sejajar, pasar bebas, perdagangan yang adil, dan menghormati nilai-nilai kami," ujar Pence di Woodrow Wilson International Center for Scholars.

Baca juga: Washington Cabut Sanksi untuk Ankara

Pence kemudian melontarkan kecaman yang lebih keras kepada NBA--yang banyak pemainnya kerap berselisih dengan Presiden Donald Trump.

"Sejumlah pemain dan pemilik klub NBA, yang selama ini mengkritik pemerintah, kehilangan suara mereka saat menyangkut kebebasan dan hak orang lain," ujar Pence.

"Dengan mendukung Partai Komunis Tiongkok dan membungkam kebebasan berbicara, NBA bersikap layaknya kaki tangan rezim otoriter," imbuhnya.

Mantan bintang NBA Charles Barkley balas mengecam Pence.

"Wakil Presiden Pence sebaiknya tutup mulut. Semua perusahaan Amerika memiliki usaha di Tiongkok," seru Barkley.

Barkley kemudian menuding politisi sok suci berusaha mencoreng wajah NBA dan para pemain. (AFP/OL-2)

BERITA TERKAIT