24 October 2019, 23:44 WIB

Tempat Tinggal Terintegritas untuk Korban Bencana di Sigi


M. Taufan SP Bustan | Nusantara

MI/M. taufan SP Bustan
 MI/M. taufan SP Bustan
Pembangunan kampung BPKH di Sigi

BADAN Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menggandeng Rumah Zakat melakukan pemulihan pascabencana dengan membangun tempat tinggal terintegritas untuk penyintas yang diberikan nama kampung BPKH di Desa Sibalaya Utara,  Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (24/10).

Anggota BPKH Bidang Investasi Beny Witjaksono mengatakan, kehadiran BPKH dalam membantu proses pemulihan dan rehabilitasi pascabencana di Palu, Sigi, dan Donggala merupakan bagian dari amanat undang-undang nomor 34 tahun 2014 tentang pengelolaan keuangan haji.

“Di mana kami berkewajiban memberikan kemaslahatan dan meningkatkan kesejahteraan umat. Salah satunya dengan membangun kampung BPKH ini di Desa Sibalaya Utara,” terangnya kepada sejumlah jurnalis sesuai peletakan batu pertama.

Menurut Beny, kampung BPKH merupakan program bantuan terintegrasi dalam cakupan wilayah yang terdampak bencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi berupa pembangunan rumah sehat ramah gempa, masjid, klinik, sarana air bersih, dan pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat korban bencana di Sigi.

“Dengan pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan para penyintas yang kehilangan tempat tinggal dan tempat ibadah. Selain itu, layanan kesehatan bagi warga dengan bangunan klinik, penyediaan air bersih dan toilet bisa mewujudkan warga sehat, tahan terhadap penyakit,” imbuhnya.

Baca juga : Penyaluran Jadup Korban Bencana Ditarget Tuntas Akhir Oktober

Tidak hanya itu, untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal, agar masyarakat bisa membangun kembali hidupnya melalui pelatihan pelatihan kewirausahaan.

Program pelatihan itu, menurut CEO Rumah Zakat Nur Efendi, diberikan kepada para penyintas bencana Sigi yang tinggal di kampung BPKH.

Dengan tujuan memotivasi masyarakat untuk bisa kembali mandiri dan menjalankan usaha pascabencana.

“Insya Allah 100 kepala keluarga akan tinggal di kampung ini, 100 kepala keluarga ini berasal dari rekomendasi pemerintah setempat yang merupakan warga terdampak bencana dan belum memiliki tempat tinggal tetap, semoga kolaborasi ini juga bisa mempercepat bangkitnya Sigi,” tandas Nur.

Sementara itu, Bupati Sigi Iwan Lapata mengapresiasi langkah yang diambil BPKH dan Rumah Zakat.

Menurutnya, dengan bantuan yang diberikan dua lembaga itu, tentu akan dimanfaatkan dengan baik oleh warga di Desa Sibalaya Utara.

“Dan pemerintah pastikan yang nantinya mengisi kampung ini adalah warga yang memang berhak,” ujar Iwan.

Ia menambahkan, setahun bencama berlalu Sigi mulai bangkit. Hal itu terlihat jelas dari banyaknya warga yang mulai beraktivitas seperti sebelum bencana terjadi.

“Perputaran ekonomi sudah berjalan baik. Pemerintah juga terus bergerak, meski memang belum maksimal yang pasti saya tegaskan pemerintah ada untuk rakyat,” pungkas Iwan. (OL-7)

BERITA TERKAIT