25 October 2019, 03:35 WIB

Wajah Segar Dibantu Pijat Batu Kristal


MI | Humaniora

Dok. Cidesco
 Dok. Cidesco
Seminar bertajuk Tren Baru Perawatan Wajah yang digagas Cidesco Indonesia dalam Cosmobeaute 2019  di JCC Senayan

MASSAGE alias pijat barangkali merupakan salah satu aktivitas yang amat digemari banyak orang. Melalui aktivitas itu, mereka merasakan sensasi relaks karena memperoleh penanganan khusus dari terapis.

Nah, salah satu yang tak kalah populer, yaitu pijat wajah. Pijat tersebut mengatasi masalah otot sehingga menghilangkan citra kusam.

Kali ini, Dr Lianywati Batihalim memperkenalkan pijat wajah dengan menggunakan batu kristal (magical crystal face massage). Menurut Liany, pijat ini bukan mistis karena bisa ditelaah secara keilmuan. “Kristal Amethyst yang saya gunakan berfungsi sebagai detoxic agent. Saya seorang dokter, tetapi juga cinta dengan beauty therapy. Setiap dokter pasti juga tahu bahwa kristal dapat menjadi metode alternatif untuk healing,” imbuh Liany dalam seminar bertajuk Tren Baru Perawatan Wajah yang digagas Cidesco Indonesia dalam Cosmobeaute 2019 yang berlangsung di JCC Senayan, pekan lalu.

Namun, untuk memperoleh kulit wajah bersih dan bersinar, seseorang tidak dapat mengandalkan kristal saja. Terapi perlu dilakukan terapis maupun pasien yang sama-sama dituntut bersih dari dalam, seperti bebas dari pikiran buruk.

Liany, selanjutnya menjelaskan bahwa batu kristal pada dasarnya amat beragam. Selain Amethyst, masih ada jenis lain seperti Onyx, Quartz, Citirine, Opal, dan Aquamarine. Tiap-tiap kristal memiliki manfaat tersendiri dan tergantung sikap terapis dan pasien dalam menjaga diri.

Kristal Amethyst pada dasarnya merupakan bagian dari marga Kwarts. Ia dapat membuat badan menjadi sehat dan menyembuhkan infeksi kulit.

Produk itu juga mengandung getaran kimia dengan perpaduan panas, sinar, suara, dan bau sehingga memengaruhi kinerja sel dalam tubuh, termasuk kulit.

Menurutnya, kecantikan pada dasarnya ialah suatu ekspresi yang dihasilkan dari suatu harmoni. Aura dalam tubuh menjadi pembentuk sikap, perbuatan, dan pikiran yang juga dapat terlihat dari raut wajah.

Karena itu, jika terapi dilakukan dengan pikiran buruk yang keluar, hal yang terjadi selanjutnya, yaitu tabrakan pikiran. Ini turut membentuk energi buruk yang bersifat berkelanjutan.

“Sakitnya bukan sekarang, tapi jangka panjang. Kalau yang sementara, paling cuma sakit kepala, migrain, atau tensinya naik. Nah, kristal ini membantu Anda untuk mengatasinya juga,” terang Liany.

Masalah energi itu memang dapat diatasi dengan kristal dan terapi. Liany menambahkan, persoalan tersebut juga dapat diatasi dengan improvisasi, seperti olahraga ringan, pola makanan, waktu tidur, dan konsumsi air. (Gas/S-3)

BERITA TERKAIT