25 October 2019, 03:10 WIB

Kosmetik Lokal semakin Percaya Diri


Tesa Oktiana Surbakti | Ekonomi

MI/Tesa Oktiana Surbakti
 MI/Tesa Oktiana Surbakti
Kosmetik Lokal semakin Percaya Diri

SEMAKIN banyak konsumen yang menggunakan kosmetik buatan lokal. Ini tampak dari produk industri kecantikan nasional yang banyak dicari, baik untuk dijual lagi maupun digunakan sendiri.

Lihat saja PT Kosmetika Global Indonesia (Kosme) sebagai salah satu industri manufaktur bidang kosmetik dan skin care yang menyediakan jasa pembuatan produk. Layanan perusahaan berbasis di Malang, Jawa Timur tersebut, mencakup desain, penciptaan, dan pembuatan produk, termasuk pendaftaran perizinan Badan POM dan sertifikasi halal.

Sejauh ini, perusahaan memegang produksi 15 merek lokal. Pemasaran produknya pun meluas di seluruh wilayah Indonesia. Salah satunya ialah merek MS Glow yang fokus pada produk skin care.

“Kami melayani konsumen yang berasal dari CV, PT, bahkan individu. Pada dasarnya, kami mendukung pengusaha baru yang memiliki passion di dunia kosmetik dan ingin punya merek sendiri,” ujar Plant Manager Kosme, Titis Indah, dalam suatu pameran di Jakarta, pekan lalu.

Layanan Kosme itu sangat membantu pelaku usaha yang minim modal. Maklum, untuk membangun pabrik pasti membutuhkan biaya besar.

Ada pula PT Oetama Husada Permai dengan merek Beauty Cottage untuk berbagai produk skin care dan body care. Salah satu keunggulan produknya, yaitu terbuat dari bahan alami.

Sejauh ini, pemasaran produk Beauty Cottage fokus pada klinik kecantikan. Akan tetapi, hal tersebut tidak menutup potensi penjualan terhadap konsumen individu.

“Untuk masker, misalnya, kami menggunakan bahan herbal dengan bahan dasar rumput laut. Tanpa dicampur air es, masker kami sudah memberikan efek dingin,” ucap Owner PT Oetama Husada Permai, Yunita Mariani, di tempat yang sama. Dengan kualitas premium, harga jual produknya tergolong menengah ke bawah.


Bebas bahan berbahaya

Begitu pun dengan Amaranthine, salah satu produk kecantikan lokal yang menghadirkan beragam produk dengan memadukan aspek perawatan dan dekoratif. Terdapat tiga segmen produk yang menjadi fokus Amaranthine, yakni dekoratif, skin care, dan spa.

Perusahaan memastikan produk mereka bebas dari bahan berbahaya dan cocok dipakai konsumen Indonesia. “Untuk produk dekoratif bebas dari bahan antipolutan, bebas paraben, dan bahan aktifnya cocok untuk konsumen lokal,” tutur Sales Manager Amaranthine, Ivan Nofendra.

Pemasaran produk Amaranthine tersebar luas di seluruh Indonesia lantaran terdapat beberapa titik perwakilan yang bertugas mempromosikan produk.
Kendati demikian, perusahaan sebenarnya menyasar konsumen yang berprofesi sebagai make-up artist dan beauty influencer. Sejauh ini, produk Amaranthine belum masuk penjualan berbasis ritel. Salah satu produk Amaranthine yang laris terjual ialah shimmering powder dan lip marker.

Di samping produk lokal, ada pula perusahaan yang membawa barang impor. Salah satunya ialah PT Beautindo Prima yang memperkenalkan Rene Furterer, merek asal Paris.

Produk yang menjadi unggulan ialah perawatan untuk rambut rontok. Pemasaran produk lebih menyasar klinik kecantikan dan penjualan langsung ke individu relatif kecil.

Menurut Sales Manager Beautindo Prima Tati Kusumawati, produknya untuk hair loss berbentuk rangkaian dengan harga satu paket sekitar Rp3,1 juta. Dalam waktu 3 bulan, ramuannya membantu pertumbuhan 7.400 helai rambut. (S-3)

 

BERITA TERKAIT