24 October 2019, 20:55 WIB

Beragam Kegiatan bakal Meriahkan Bulan Bahasa dan Sastra 2019


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

ANTARA/ANDIKA BETHA
 ANTARA/ANDIKA BETHA
Lomba baca puisi menjadi salah satu acara yang akan diadakan pada Bulan Bahasa dan Sastra

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan kembali menggelar Bulan Bahasa dan Sastra (BBS). Kegiatan yang diselenggarakan pada Oktober setiap tahunnya ini merupakan salah satu upaya Kemendikbud untuk membina dan mengembangkan bahasa dan sastra Indonesia, serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam menangani masalah bahasa dan sastra.

"Kita mengetahui komposisi bahasa Indonesia sebagai bahasa negara, sebagai sarana komunikasi, sebagai jati diri bangsa, alat pemersatu, sarana komunikasi antar daerah antar budaya," kata Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dadang Sunendar di kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis (24/10).

Baca juga: AGBSI Gelar Lomba Kritik Sastra di Bulan Bahasa

BBS 2019 mengusung tema Maju Bahasa dan Sastra, Maju Indonesia. Dadang menjelaskan, tema ini dilandasi fakta di lapangan bahwa kejayaan sebuah bangsa harus ditopang oleh berbagai sendi yang ada di dalamnya, salah satunya adalah bahasa.

Sejumlah kegiatan digelar sebagai ajang berkarya dan berekspresi serta untuk memeriahkan BBS 2019. Kegiatan yang diadakan Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan antara lain, Simulasi dan Layanan Kebahasaan, Pameran Kebahasaan dan Kesastraan, Zona Literasi, dan Penilaian Penggunaan Bahasa Media Massa Cetak.

"Di samping kegiatan ini ada kegiatan yang dilakukan di balai dan kantor bahasa, ada lomba, perayaan, dan lainnya," imbuh Dadang.

Dadang berharap, dengan digelarnya kegiatan ini yang juga bertepatan dengan perayaan Sumpah Pemuda, ke depannya masyarakat tidak hanya mengingat ketiga isi dari sumpah tersebut, tapi juga semakin menyelami alasan mengapa kita harus menghargai Bahasa Indonesia.

Rangkaian kegiatan BBS 2019 diakhiri dengan Puncak Bukan Bahasa dan Sastra pada 28 Oktober nanti. Dadang pun berharap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dapat hadir dalam acara puncak nanti dan sekaligus meluncurkan berbagai inovasi Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan. (Aiw/A-3)

BERITA TERKAIT