24 October 2019, 16:11 WIB

DKI Minta Stasiun TV Nasional Siarkan 25% Konten Lokal


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

MI/Susanto
 MI/Susanto
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M. Taufik

PEMPROV DKI Jakarta berencana meminta kepada stasiun televisi nasional untuk menyiarkan konten lokal hingga 25% dari program yang disiarkan.

Hal tersebut dicetuskan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M. Taufik dalam diskusi bertajuk Konten Lokal Jakarta di Layar Kaca yang diselenggarakan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) DKI Jakarta, Kamis (24/10).

"Ingatkan pengelola media televisi untuk tidak lupa memperhatikan konten lokal. Jakarta saya melihat bahwa minim sekali di tv baik TVRI maupun tv swasta lain yang mengedepankan itu. Ketika konten lokal misal Betawi dikemas secara baik tidak kalah menarik. Buktinya, misal ada satu sinetron berbau Betawi rating tinggi tinggal kreativitas seperti apa," kata Taufik, Kamis (24/10).

Menurut Taufik, masih banyak yang bisa digali dan disiarkan terkait budaya Betawi kepada masyarakat luas. Hal itu akan menjadi pengayaan wawasan terutama bagi anak muda agr lebih mengenal budaya negeri sendiri.

"Budaya Betawi bukan sekdar ada lenong, ada ondel-ondel. Tapi banyak cara hidup bagimana orang Betawi, misal menjaga sungai kemudian udara secara baik, bersahabat dengan tetangganya dengan lingkungan. Kalau diangkat permukaan dikemas secara baik tidak kalah baik," ungkapnya.

Penyiaran 25% konten lokal ini bisa diwujudkan melalui perjanjian kerja sama. Namun, ia menegaskan tidak ada sanksi untuk hal itu.

Penyiaran konten lokal tetap diserahkan kepada masing-masing pengelola media sebagai bentuk kesadarannya memajukan budaya lokal. Nantinya KPI DKI akan diminta untuk mengawasi penyiaran konten lokal ini di stasiun-stasiun televisi tersebut.

"Dewan akan mengingatkan soal perjanjian itu kalau perlu harus diingatkan terus," pungkasnya.(OL-09)

BERITA TERKAIT