24 October 2019, 14:15 WIB

Polisi Inggris Periksa Sopir Truk Pembawa 39 Mayat


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

AFP/Ben STANSALL
 AFP/Ben STANSALL
Truk tempat ditemukannya 39 mayat di Essex, Inggris

POLISI terus memeriksa seorang pria atas penemuan 39 mayat di sebuah truk kontaner berpendingin di Essex, Inggris.

Pengemudi truk, dinamai secara lokal sebagai Mo Robinson, 25, dari Portadown, County Armagh, ditangkap dengan dugaan pembunuhan, Rabu (23/10).

Itu terjadi setelah mayat 39 orang ditemukan dalam sebuah wadah yang telah tiba di Purfleet di Sungai Thames dari Zeebrugge, Belgia.

Tersangka tetap ditahan untuk diinterogasi oleh Kepolisian Essex.

Sementara itu, petugas dari Kantor Polisi Irlandia Utara telah melakukan penggerebekan di dua rumah yang terkait dengan pria yang ditangkap--satu di Markethill, County Armagh, dan lainnya di Laurelvale yang berdekatan.

Baca juga: Polisi Inggris Selidiki Penemuan 39 Mayat dalam Sebuah Truk

Badan Kejahatan Nasional (NCA) mengatakan telah mengirim petugas untuk membantu dan mengidentifikasi kelompok kejahatan terorganisasikah yang mungkin memainkan peran.

Staf ambulans menemukan mayat-mayat di unit pendingin di Waterglade Industrial Park di Grays tepat setelah pukul 01:30 waktu setempat pada Rabu. Truk dan trailer itu meninggalkan pelabuhan di Purfleet tidak lama setelah pukul 01:05 waktu setempat.

Eric Van Duyse, juru bicara kantor kejaksaan federal Belgia, mengatakan penyelidikan atas insiden tersebut telah dimulai.

Dia menambahkan, "Kami tidak tahu saat ini berapa lama truk itu berada di Belgia, bisa berjam-jam atau berhari-hari, kami tidak tahu."

Polisi mengatakan unit traktor (bagian depan truk) berasal dari Irlandia Utara dan mengambil kontainer dari Purfleet.

Wakil Kepala Kepolisian Essex Pippa Mills mengatakan kendaraan itu telah dipindahkan ke tempat yang aman di Tilbury Docks sehingga jasad 38 orang dewasa dan seorang remaja bisa dievakuasi dengan tetap menjaga martabat para korban.

Seorang juru bicara kementerian urusan luar negeri Bulgaria mengatakan truk itu terdaftar di negara itu dengan nama perusahaan milik warga negara Irlandia.

Dia mengatakan sangat tidak mungkin yang meninggal adalah orang-orang Bulgaria. (BBC/OL-2)

BERITA TERKAIT