24 October 2019, 12:26 WIB

Gibran Sambangi Kediaman Megawati


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.
 MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.
Gibran Rakabuming Raka

GIBRAN Rakabuming Raka, putra pertama Presiden Joko Widodo, menyambangi kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Jalan Tenku Umar, Jakarta.

Gibran mengenakan batik putih sambil membawa map. Tanpa memberikan keterangan apa pun, ayah Jan Ethes itu langsung masuk ke kediaman Presiden RI ke-5 itu.

Gibran mendatangi rumah Megawati pada pukul 12:00 WIB menggunakan batik putih dengan motif burung merpati dan tepat di bagian dada terdapat tulisan Indonesia Raya dan di bawahnya terukir wajah Presiden Pertama berikut wakilnya.

Kehadiran Gibran diduga terkait keinginan untuk maju sebagai calon Wali Kota Surakarta tahun depan. Pasalnya, melalui DPC PDIP Surakarta, Gibran sudah dipastikan tidak bisa maju karena alasan waktu pendaftaran sudah tutup.

Baca juga: Jokowi: Kita Kerja Tim

Menurut Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Gibran ingin berbincang dengan Megawati membahas beberapa isu.

Terkait pencalonan di Surakarta, Hasto mengatakan hal itu bisa jadi menjadi bagian dari pembahasan Gibran dengan Megawati.

"Pada saat pelantikan Kabinet Indonedia Maju, pada saat pertemuan antara Presiden Jokowi dengan ibu Megawati, ada Mas Gibran, dan disampaikan bahwa Mas Gibran mau bersilaturahmi ke Ibu Mega. Maka. hari ini, saya mendampingi beliau (Gibran) nanti jam 12 dia akan datang ke kediaman Megawati," paparnya saat mendampingi Gibran di rumah Megawati, Kamis (24/10).

Menurut dia, Megawati sangat menerima sosok pemuda yang ingin bertukar pikiran terlebih itu sudah diagendakan langsung saat pelantikan Presiden Jokowi. Megawati merupakan sosok yang gandrung terhadap calon pemimpin masa depan.

"Ya namanya silaturahmi kan banyak yang bisa disampaikan apalagi Ibu Mega kan menaruh perhatian kepada anak muda. Dan partai memberikan atensi terhadap anak-anak muda untuk membangun Indonesia raya kita. Dengan demikian, partai juga terus membuka diri dan mendengarkan. Ibu Mega itu sosok pendengar yang baik, membangun organisasi sehingga PDIP terus bisa survive dan berkemajuan, karena kami juga terus melihat kemajuan zaman," tegasnya

Menurut dia, menyangkut pencalonan di Surakarta, PDIP memiliki mekanisme khusus termasuk melihat pada hasil survei dan pemetaan politik.

"Belum tahu soalnya belum ketemu tapi ini agenda silatuhami, seorang anak muda Gibran bertemu ibu Mega. Maka saya mendampinginya sebagai orang partai makanya saya pake baju partai," pungkasnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT