24 October 2019, 07:25 WIB

Membahas dan Mencari Solusi


Nur Aivanni | Politik dan Hukum

MI/RAMDANI
 MI/RAMDANI
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

MENTERI Kesehatan Terawan Agus Putranto merespons kabar permasalahan dengan organisasi profesi terkait dengan pelanggaran kode etik. Ia mengatakan bahwa tidak pernah menanggapi persoalan itu. "Sudahlah, yang berkasus itu siapa. Biarkan saja. Saya kan tidak pernah tanggapi. Tidak perlu kan (menanggapi), belum waktunya, harus sesuai tata cara militer, saya waktu itu militer," tegasnya di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, nama Terawan sempat mencuat berkat inovasi metode cuci otak yang dikatakan terbukti menyembuhkan banyak pasien stroke. Terapi itu merupakan salah satu metode digital subtraction angiography (DSA) yang bertujuan mendiagnosis dan mengevaluasi pembuluh darah untuk mengetahui penyakit pasien dan menentukan pengobatan yang tepat.

Dokter Terawan menggunakannya sebagai metode pengobatan stroke dengan memasukkan obat Heparin dalam proses DSA yang dipercaya dapat menyembuhkan stroke. Awal April 2018, muncul kabar bekas dokter kepresidenan itu diberhentikan sementara oleh Mahkamah Kode Etik Kedokteran Ikatan Dokter Indonesia (MKEK IDI) karena dianggap melanggar kode etik profesi, yaitu mengiklankan metode tersebut.

Itu persoalan masa lalu. Kini, Terawan mengaku bersyukur telah dipilih Presiden Joko Widodo untuk membantunya dalam Kabinet Indonesia Maju dan akan segera bertemu jajaran Kementerian Kesehatan untuk membahas permasalahan yang ada dan mencari solusinya.

"Rapat dulu untuk melihat apa permasalahannya dan apa yang bisa dicapai, apa yang harus kita lakukan. Harus rapatkan dulu," ujarnya. (Nur/Ant/P-3)

BERITA TERKAIT