24 October 2019, 07:45 WIB

BTPN Salurkan Kredit Rp140 Triliun di Kuartal III


Faustinus Nua | Ekonomi

ANTARA/Audy Alwi
 ANTARA/Audy Alwi
Petugas layanan nasabah PT BTPN melayani nasabah, di kantor cabang BTPN Sinaya (Sinar yang memberdayakan), Jakarta.

LAPORAN keuangan kuartal III tahun 2019 PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) menunjukan pertumbuhan kredit positif di angka 107% atau sebesar Rp140,6 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp67,8 triliun.

Meski tercatat konsisten, BTPN terus menjaga agar penyaluran kredit yang sehat dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Hal tersebut dapat dilihat dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) sebesar 0,8% (gross).

“Fokus kami melayani segmen nasabah yang lebih luas dari existing business dan telah membuahkan pertumbuhan kredit yang baik. Pencapaian ini patut kami syukuri mengingat perusahaan masih dalam tahap konsolidasi pascamerger,” kata Direktur Utama Bank BTPN Ongki Wanadjati Dana dalam keterangan pers, Kamis (24/10).

Menurut Ongki, Bank yang resmi merger dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI) dari Japan Financial Sector Authority (JFSA) pada 18 Januari 2019 lalu tersebut sudah mulai melakukan ekspansi ke segmen korporasi dan industri lainnya.

Baca juga: Danamon Bukukan Laba Bersih Rp2,6 T

Penyaluran kredit sampai dengan kuartal III-2019 sebagian besar ditopang dari pembiayaan korporasi, kredit usaha kecil dan menengah (UKM), pembiayaan konsumer, serta pembiayaan prasejahtera produktif melalui anak usaha, BTPN Syariah.

Untuk segmen korporasi, Bank BTPN menyalurkan pembiayaan melalui sejumlah sindikasi untuk proyek infrastruktur ataupun pinjaman secara bilateral ke perusahaan swasta nasional, badan usaha milik negara (BUMN), industri otomotif, hingga perusahaan yang bergerak di bidang ekspor impor.

“Pembiayaan ke segmen korporasi dan industri pendukungnya masih memiliki ruang pertumbuhan cukup menjanjikan. Kami berkomitmen tinggi mengembangkan segmen ini, sejalan dengan agenda pemegang saham pengendali kami (SMBC) dalam mendukung program pemerintah mewujudkan pemerataan kesejahteraan serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.  

Dijelaskannya lebih lanjut, untuk menyeimbangkan laju pertumbuhan kredit, Bank BTPN menghimpun pendanaan senilai Rp145,7 triliun sampai dengan kuartal III-2019 atau meningkat 88% dari periode yang sama tahun lalu.

Jumlah pendanaan tersebut terdiri dari dana pihak ketiga senilai Rp98,3 triliun, pinjaman dari pihak lain senilai Rp41,2 triliun, serta pinjaman subordinasi senilai Rp6,2 triliun.

Dengan realisasi penyaluran kredit dan pendanaan tersebut, ia mengungkapkan rasio pinjaman terhadap pendanaan atau loan to funding ratio (LFR) Bank BTPN mencapai 96,5%.

Selain itu, sebagai salah satu langkah diversifikasi sumber pendanaan, Bank BTPN melakukan penawaran umum berkelanjutan obligasi IV tahap I tahun 2019 dengan target dana Rp1 triliun.

"Dana yang dihimpun dari penawaran obligasi ini akan digunakan seluruhnya untuk ekspansi kredit," tambahnya.

Sampai akhir September 2019, aset Bank BTPN tumbuh 86% menjadi Rp182,2 triliun YoY (year on year) dengan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 24,4%. Adapun laba bersih setelah pajak (NPAT) meningkat 20% menjadi Rp1,9 triliun.

“Dengan permodalan yang kuat dan dukungan global dari SMBC, kami meyakini pencapaian ini semakin memotivasi kami untuk berkontribusi lebih banyak bagi perekonomian dan pembangunan nasional,” tutup Ongki. (OL-2)

BERITA TERKAIT