24 October 2019, 07:10 WIB

Mengaku Perlu Banyak Belajar


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

MI/RAMDANI
 MI/RAMDANI
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

BAHLIL Lahadalia resmi berkantor di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Dia menjadi Kepala BKPM menggantikan Thomas Lembong. Hal itu ditandai dengan prosesi serah terima jabatan dari Lembong kepadanya, kemarin.

Dalam pidato perdananya, Bahlil mengaku terus terang bahwa belum sepenuhnya mengetahui seluk-beluk lembaga yang akan dipimpinnya itu. Bahkan, dia agak kaget karena tidak terbiasa dengan cara kerja birokrasi mengingat latar belakangnya ialah pengusaha. "Saya mohon maaf kalau agak sedikit belum hafal karena di dunia usaha, lalu masuk birokrasi seperti ini tentu berbeda dan perlu banyak belajar," katanya  di Kantor BKPM, Jakarta.

Dia memastikan akan melanjutkan segala kinerja baik yang sudah dilakukan Kepala BKPM sebelumnya. Dia juga menekankan pentingnya kerja sama di instansi itu.

"Saya tidak bisa bekerja sendiri. Kalau di perusahaan, bekerja berhasil itu tidak bisa otak direktur saja. Semuanya harus dipakai dari tukang sapu sampai tukang cap. Kadang-kadang direksi tanda tangan surat kalau tidak ada tukang cap, surat juga bisa terlambat," jelasnya.

Dia butuh beradaptasi dengan sistem aparatur sipil negara (ASN). Itu terkait bagaimana memperlakukan anak buahnya di BKPM. "Saya mohon untuk dikasih masukan karena belum banyak yang saya tahu tentang standar ASN. Nah, ini sudah biasa di karyawan kalau saya di kantor, kalau kerjanya enggak beres cuma dua hukumnya, saya marah atau besok saya pecat atau uang bonus tidak dapat," jelasnya setengah berkelakar.

"Nah, sudah barang tentu tabiat yang seperti ini tidak mungkin saya pakai di ASN karena punya standar berbeda." (Cah/P-3)

BERITA TERKAIT