23 October 2019, 22:37 WIB

Pengamat Pesimistis dengan Komposisi Menteri Ekonomi


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

MI/ Ramdani
 MI/ Ramdani
Presiden Joko Widodo dan Sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju

DIREKTUR Riset Center of Reform on Economics (CORE), Piter Abdullah pesimistis komposisi menteri perekonomian di Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 bisa membawa angin segar bagi perekonomian Indonesia.

"Dengan komposisi kabinet saat ini khususnya di bidang ekonomi, saya tidak cukup optimis dengan perekonomian kita kedepan. Lupakan mimpi utk bisa menjadi negara ekonomi terbesar nomor 5 tahun 2045," ungkap Piter saat dihubungi, Rabu (23/10).

Ia bahkan menambahkan, masyrakat Indonesia harus bersiap diri menghadapi tumpukkan masalah di 2030. Hal itu disebabkan dengan ketidakmampuan para pembantu Presiden Joko Widodo menuntaskan tugasnya selama lima tahun mendatang.

"Tim ekonomi yang terbentuk di kabinet Jokowi periode kedua ini jauh sekali dari harapan. Hampir disetiap pos menteri tidak menjanjikan adanya masa depan ekonomi yang terbaik," kata Piter.

Oleh karenanya, ia tidak meyakini pos kementerian ekonomi di Kabinet Indonesia Maju dapat menghasilkan terobosan yang positif bagi perekonomian Indonesia.

Hal yang paling dikhawatirkan olehnya yakni, minimnya visi para menteri untuk mengedepankan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo telah melantik menteri di Kabinet Indonesia Maju. Di bidang ekonomi, terdapat wajah-wajah baru mengisi pos kementerian.

Mereka yang kini bercokol di pos kementerian ekonomi yakni Airlangga Hartarto sebagai Menteri Koordinator Perekonomian; Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan; Ida Fauziah sebagai Menteri Ketenagakerjaan.

Kemudian Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai Menteri Perindustrian; Agus Supramanto sebagai Menteri Perdagangan; Basuki Hadimuljono sebaga Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat; Syahrul Yasin Limpo sebagai Menteri Pertanian; Siti Nurbaya Bakar sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Selanjutnya Sofyan Djalil sebagai Menteri Agraria, Tata Ruang dan Kehutanan; Erick Thohir sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara dan Teten Masduki sebagai Menteri Koperasi dan UMKM. (OL-8)

BERITA TERKAIT