24 October 2019, 05:40 WIB

Kajian Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit Ditindaklanjuti


(Rif/H-2) | Humaniora

MI/Siswantini Suryandari
 MI/Siswantini Suryandari
Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Hammam Riza

BADAN Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama dengan Indonesia Australia Partnership on Food Security in the Red Meet and Casttle Sector (Partnership) telah mengkaji berbagai hasil penelitian dan pengalaman dari akademisi dan pelaku industri produk sapi dan kelapa sawit untuk dapat mengintegrasikan produk sapi dan perkebunan kelapa sawit.

Kepala BPPT Hammam Riza mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya telah mengkaji potensi pemanfaatan lahan perkebunan sawit untuk berintegrasi dengan peternak sapi, khususnya peternak rakyat. Dari hasil kajian itu pihaknya akan mendiskusikan lebih lanjut pada konferensi Integrated Cattle and Oil-Palm Production (ICOP).

"Oleh karena itu, kami menyelenggarakan konferensi Integrated Cattle and Oil-Palm Production (ICOP). Ini kami lakukan untuk menyampaikan hasil kajian dari BPPT selama lima tahun mengenai integrasi produksi sapi dan kelapa sawit, " kata Hammam, kemarin.

Sementara itu, Wakil Duta Australian untuk Indonesia, Allaster Cox, menyatakan bahwa Indonesia merupakan mitra penting bagi Australia di sektor sapi sejak lama dan berharap akan lahir inovasi baru dengan adanya ICOP ini

Dalam kesempatan itu, BPPT juga meluncurkan aplikasi Si Pinter untuk pencatatan dan identifikasi ternak dengan perekaman RFID dan GPS tracker, yakni untuk memantau ternak dengan tepat dan cepat. (Rif/H-2)

BERITA TERKAIT