23 October 2019, 20:40 WIB

Indonesia Properti Expo 2019 Diharap Bangkitkan Pasar Properti


mediaindonesia.com | Ekonomi

Istimewa
 Istimewa
Jumpa pers Indonesia Properti Expo 2019 di Jakarta, Rabu (23/10). 

PAMERAN perumahan yang selalu mendapat sambutan para pengunjung setiap tahun, Indonesia Properti Expo kembali diselenggarakan PT. Adhouse Clarion Events.

Pemeran yang didukung Kementerian BUMN, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan Dewan Pimpinan Daerah Real Estat Indonesia (REI) DKI Jakarta serta PT. Bank Tabungan Negara (BTN) Persero Tbk, sebagai official bank partner digelar di Hall A & B Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, pada 16-24 November 2019

Setelah dipercaya telah memberikan kontribusi besar dalam perkembangan pasar properti Indonesia selama bertahun-tahun, pihak PT. Adhouse Clarion Events optimistis Indonesia Properti Expo 2019 dapat membantu kenaikan pasar properti yang sempat lesu selama beberapa waktu terakhir.

“Kami optimistis acara kali ini bisa menjadi titik balik perkembangan pasar properti. Acara ini akan diramaikan oleh banyak pengembang properti, mulai dari perumahan subsidi, apartemen hingga perumahan eksklusif, seperti Metropolitan Land, Rancamaya dan Riscon” ujar Gad Permata, Vice President PT. Adhouse Clarion Events, selaku penyelenggara Indonesia Properti Expo, di Jakarta, Rabu (23/10).

Terkait Indonesia Properti  Expo 2019, Sekretaris Jenderal dari DPD REI Jakarta, Arvin F. Iskandar tahun 2019 mengatakan pameran kalau ini akan menjadi titik balik dari perubahan nasib pasar properti.

Menurut  Arvin, berkembangnya fasilitas KPR dengan suku bunga menurun dan bertambahnya jumlah pengembang subsidi pun menjadi energi tambahan bagi industri ini dan diprediksi dapat menjadi pilihan baru bagi para target industri dan pengembang.

“Kenaikan harga di pasar 0,4% dan realisasi penjualan yang meningkat 20% dalam sektor perumahan mengindikasikan bahwa penyerapan pasar cukup baik dan akan terus membaik hingga beberapa waktu ke depan,” lanjut Arvin.

Perkembangan besar pun optimis disampaikan Direktur Layanan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Drs H. Agusny Gunawan.

Agusny mengungkapkan penyelenggaraan pameran seperti Indonesia Properti Expo diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah.

“Karena pada kegiatan ini hadir 35 pengembang subsidi dengan total proyek sebanyak 55 proyek turut membantu perkembangan pasar properti lewat edukasi satu tempat mengenai penyediaan properti,” tuturnya.

Sebagai informasi, dari tahun 2010 hingga 2019 pemerintah telah menyalurkan 644.067 unit rumah atau setara dengan 43.21 triliyun.

 Selain itu, banyak pilihan yang tersaji dalam satu tempat membuat para calon pemilik properti dapat membandingkan langsung dengan lebih mudah dan disesuaikan dengan kebutuhan, serta kemampuan.

“Dengan semakin meningkatnya minat MBR dalam memiliki rumah artinya peluang pengembang untuk membangun rumah subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan semakin terbuka lebar,” jelas Agusny.

 PT. Bank Tabungan Negara (BTN) Persero Tbk sebagai official bank partner dari Indonesia Properti Expo pun serupa optimistis perkembangan pasar properti akan dimulai dari sekarang.

 Pasalnya, pengembang-pengembang telah didukung sejalan dengan pembangunan negara yang makin berkembang, baik secara infrastruktur maupun sumber daya edukasi yang mendukung.

 Indonesia Properti Expo merupakan salah satu bagian dari jalan pengedukasian masyarakat terhadap bisnis properti dan mampu menampilkan oposisi realita dari apa yang ditakuti masyarakat terhadap investasi properti.

“Masyarakat hanya tinggal perlu diberikan informasi lebih lengkap mengenai apa yang bisa mereka dapatkan, bagaimana cara dan alasan lebih kuat mengapa properti bisa jadi salah satu cara mereka berinvestasi di masa depan,” lengkap Suryanti Agustinar, Kepala Divisi Non-Subsidized Mortgage and Consumer Lending Division dari PT. Bank Tabungan Negara (BTN) Persero Tbk. (OL-09)

BERITA TERKAIT