23 October 2019, 20:50 WIB

Zainudin Enggan Kejeblos di Lubang yang Sama


Despian Nurhidayat | Olahraga

ANTARA/Puspa Perwitasari
 ANTARA/Puspa Perwitasari
 Politisi Partai Golkar Zainudin Amali tiba di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (22/10/2019).

MENTERI Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mengaku diminta Presiden Joko Widodo  mengatasi permasalahan olahraga di Tanah Air, khususnya sepak bola. Untuk itu ia akan langsung bekerja cepat.

Namun pertama-tama tentu ia akan memetakan permasalahannya terlebih dahulu. Hal tersebut diungkapkan Zainudin saat berkunjung ke kantor Kemenpora di Jakarta, Rabu (23/10).

Presiden, kata dia, juga mengingatkan kembali kasus korupsi yang melibatkan dua pejabat Menpora sebelumnya.  Menurutnya, tata kelola merupakan hal yang penting.

Baca juga: KPK Beberkan Aliran Dana Suap ke Menpora

Untuk itu ia akan merembukkan secara bersama agar kasus seperti itu tidak terjadi. Apalagi menimpa pemimpin tertinggi di bidang keolahragaan.

"Saya minta didoakan nggak ada lagi korupsi. Upaya yang nyata untuk mengatasi korupsi itu melalui tata kelola. Insya Allah pasti bisa. Saya tidak menjanjikan langsung bisa. Doakan saja agar saya bisa mengantarkan dan mengangkat prestasi di dunia," cetus Zainudin.

Zainudin mengungkapkan bahwa sebelum ditelepon pihak Istana, dia tengah bersiap menghadiri rapat paripurna yang berlangsung pada Selasa (22/10). Namun kemudian staf Istana menyampaikan bahwa Presiden Jokowi meminta dirinya untuk hadir.

"Saya itu sebenarnya sudah siap-siap hadir rapat paripurna. Saya termasuk yang sebentar karena beliau paham kondisi olahraga kita," ungkapnya saat ditemui di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (23/10).

Zainudin menambahkan bahwa dirinya belum tahu dari awal untuk menjadi Menpora, tapi dia yakin bahwa Presiden Jokowi sudah memantau dan lebih mengerti alasannya.

"Beliau sudah tahu dan tinggal suruh kerjakan saja semua permasalahan yang ada di olahraga ini. Saya sih nggak kaget, karena saya kira pengalaman empat periode di DPR membuat saya terbiasa di bawah tekanan. Pekerjaan di manapun asal punya manajemen yang baik, leadership, dan kekompakan tim itu yang paling penting," ujarnya.  (Des/A-3)

BERITA TERKAIT