23 October 2019, 20:06 WIB

Bahlil Lahadalia akan Adaptasi di Lingkungan Pemerintahan


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

ANTARA/Puspa Perwitasari
 ANTARA/Puspa Perwitasari
Kepala BKPM Bahlil Lahadilia

BAHLIL Lahadalia ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menggantikan Thomas Lembong di periode 2019-2024.

Bahlil merupakan pria kelahiran 7 Agutus 1976 di Banda, Maluku. Sebelum diangkat menjadi Kepala BKPM, Bahlil merupakan mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).

Perusahaan Bahlil bernama Rifa Capital yang memiliki 10 bendera perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan, properti, transportasi, pertambangan hingga konstruksi.

Pria lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Mumbai Jayapura itu dinilai sebagai sosok menteri yang mewakili wilayah Indonesia Timur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, semasa kukiah, Bahlil merupakan pengurus senat mahasiswa dan masuk ke dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Di HMI, ia berperan sebagai pengatur keuangan organisasi tersebut.

Bahlil mengungkapkan, penunjukkan dirinya sebagai Kepala BKPM merupakan sebuah tantangan. Ia yang malang melintang di dunia usaha mengaku terkejut dengan segala standar operasional prosedur (SOP) pemerintahan.

"SOP birokrasi seperti ini ternyata," ungkapnya usai melakukan serah terima jabatan di kantor BKPM, Jakarta, Rabu (23/10).

Bahlil mengungkapkan, ia akan beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan birokrasi pemerintahan yang dinilai berbanding terbalik dengan kebiasaannya selama ini.

Pasalnya, selama di perusahaan, sebagai pemilik ia bebas untuk mengambil keputusan strategis. Utamanya penilaian kepada karyawannya. Namun hal itu disadari akan berbeda dengan aparatur sipil negara (ASN) yang merupakan pegawai pemerintah.

Baca juga: Bahlil Lhadalia dan Zainudin Amali Dipanggil Jokowi

Ia menyadari, kebiasaannya untuk memecat atau memangkas bonus kepada karyawan tidak dapat dilakukan di instansi pemerintahan. Oleh karenanya ia meminta masukan kepada jajarannya terkait dengan standar yang berlaku.

"Karena ASN punya standar, oleh karenanya saya mohon untuk saya dikasih masukan, kita seperti keluarga saja lah," tutur Bahlil.

Ia juga berjanji akan terus melanjutkan kerja baik Kepala BKPM sebelumnya. Namun, untuk melakukan itu, ia memerlukan kerja sama yang kuat diantara jajarannya.

"Saya tidak bisa bekerja sendiri, kalau di perusahaan itu, bekerja berhasil itu tidak bisa hanya otak direktur saja. Semua harus dipakai," tukasnya.

Dalam menjalankan tugasnya, Bahlil mengungkapkan akan berfokus pada dua hal, pertama yakni mengeksekusi investasi yang telah masuk dan mencari investasi dari luar negeri.

"Strateginya nanti akan kita bahas," tandasnya. (A-4)

BERITA TERKAIT