23 October 2019, 19:36 WIB

Bambang Brodjonegoro Fokus Pembentukan BRIN


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

Antara?Wahyyu Putro A
 Antara?Wahyyu Putro A
Bambang Brodjonegoro usai dilantik sebagai Menristek

MENTERI Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengaku akan fokus dalam pembentukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang juga akan dikepalainya.

Pembentukan BRIN sendiri merupakan amanat dari Undang-Undang No. 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas Iptek).

"Saya minta pada jajaran eselon 1 dan eselon 2 Kementerian dalam minggu-minggu pertama kita segara formulasikan BRIN, sehingga apa yang diinginkan dalam UU Sisnas Iptek bisa terimplementasikan dengan baik," kata Bambang dalam acara Lepas Sambut Menristekdikti dengan Menristek/Kepala BRIN di Jakarta, Rabu (23/10).

Bambang menjelaskan, BRIN didirikan untuk mengintegrasikan riset baik dari lembaga riset pemerintah/non-pemerintah maupun perguruan tinggi. Sebab, selama ini riset di Indonesia masih kurang efektif karena sumber daya manusia dan anggaran yang terpecah di mana-mana.

"Integrasi itu harus dari hulu sampai hilir. Jadi kalau kita sudah punya ide bagus di hulunya dan itu berpotensi, bisa sampai produk, ya harus kita upayakan nyambung terus jangan sampai putus di tengah jalan hanya karena tidak ada yang berminat yang membuatnya menjadi inovasi dan menjadi produk," tuturnya.

Baca juga : LIPI Bumikan Riset Lewat ISE 2019

Selain itu dia menekankan bahwa BRIN akan mewadahi agar tercipta agenda riset yang jelas yang bermanfaat untuk menyelesaikan masalah pembangunan di Indonesia.

"Bagaimanapun riset itu utamanya harus menyelesaikan masalah pembangunan kita dan itu bisa dilakukan oleh siapapun penelitinya, apakah dia dari lembaga riset pemerintah maupun swasta atau perguruan tinggi," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, mantan Menristekdikti Mohamad Nasir berharap, dengan adanya BRIN dapat menjembatani kebutuhan riset di Indonesia agar dapat didorong menjadi inovasi.

"Ini harus kita dorong jangan riset berhenti di dasar saja. Di dasar ini kita sudah bagus, tapi dorongan untuk menjadi inovasi itulah yang jadi tantangan kita," tandasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT