23 October 2019, 18:55 WIB

NasDem Siap Sambangi PKS


Putra Ananda | Politik dan Hukum

ANTARA/RENO ESNIR
 ANTARA/RENO ESNIR
 Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (tengah)  dalam diskusi Empat Pilar MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/3/2019).

WAKIL Ketua MPR dari Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid menuturkan dalam waktu dekat partainya akan melakukan pertemuan dengan partai NasDem. Pertemuan itu dilakukan dalam rangka menjalin silaturahmi politik pascaPilkada serentak 2019.

"Hari Rabu (30/10) depan PKS akan menerima kedatangan NasDem di DPP PKS. Tadi saya di Istana bertemu dengan Johnny Plate yang baru dilantik sebagai menteri. Beliau menyampaikan terima kasih atas dukungannya dan nanti berniat untuk datang ke PKS. Kita berharap semua berjalan dengan baik," tutur Hidayat di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (23/10).

Baca juga: NasDem: Delapan Fraksi Solid Dukung Bamsoet

Selain mengagendakan pertemuan dengan NasDem selaku partai utama pengusung Jokowi dalam Pilpres 2019 lalu, Hidayat juga menjelaskan bahwa PKS akan menemui Presiden Jokowi. Pertemuan dilakukan sebagai bentuk konsolidasi komunikasi politik PKS dengan presiden pascapelaksanaan Pilpres.

"Bertemu setelah perhelatan agar tidak ada tafsir bahwa kami bertemu untuk meminta kursi dan berubah haluan politik. Saat ini PKS masih memberikan kesempatan Jokowi untuk mengatur internal rencana kerja kabinetnya," ungkapnya.

Hidayat melanjutkan, PKS sejauh ini telah mengadakan pertemuan dengan sejumlah elite parpol lain. Pertemuan tersebut dilakukan tertutup dan tidak terekspos oleh media massa.

"Memang sudah dilakukan pertemuan, semalam Sohibul Iman telah ke Kertanegara membalas kunjungan Prabowo ke Majelis Syuro PKS. PKB, Golkar, dan PDIP juga. Nanti giliran NasDem," ujarnya.

Hidayat memastikan, pertemuan dengan NasDem tidak akan membahas terkait koalisi atau oposisi di dalam pemerintahan. Namun, dikatakan oleh Hidayat, PKS akan memberikan masukan kepada NasDem maupun partai lain yang masuk ke dalam koalisi agar tetap melakukan check and balances terhadap jalannya roda pemeritahan.

"Kami pahami posisi setiap partai. Apalagi NasDem dengan 3 menteri di dalamnya. Tapi kemudian di DPR PKS dan NasDem juga bisa berkolaborasi untuk menghadirkan DPR yang lebih berkualitas," paparnya. (Uta/A-3)

 

BERITA TERKAIT