23 October 2019, 11:18 WIB

Warga Korban Bencana Angin Tinggalkan Pengungsian


Bagus Suryo | Nusantara

Antara
 Antara
Sejumlah pengungsi berada di Posko BPBD, Batu, Jawa Timur, Senin (21/10). Saat ini semua pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing. 

WARGA korban bencana angin puting beliung mulai meninggalkan pengungsian dan kembali ke rumah masing-masing. Kendati situasinya sudah kondusif, aktivitas sosial ekonomi warga di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, belum pulih. Proses belajar mengajar sekolah diliburkan dan warga memperbaiki kerusakan rumah dibantu personel BPBD, Polri, TNI dan relawan.

Pantauan di lokasi bencana petugas PLN memperbaiki jaringan listrik yang sempat padam. Tim gabungan membersihkan pohon tumbang di jalan raya Cangar-Kota Batu. Personel TNI Angkatan Darat memperbaiki fasilitas umum di antaranya sekolahan dan masjid yang rusak akibat diterjang angin. Sedangkan BPBD terus mendata kerusakan paska bencana mulai infrastruktur, pemukiman dan sosial ekonomi warga.

Warga Dusun Lemahutih, Desa Sumberbrantas, Subagyo bersama istri dan tiga anaknya sempat mengungsi selama dua hari tiga malam. Kini ia sudah kembali ke rumahnya. Petani wortel itu mengaku merugi akibat wortel paska panen rusak saat ditinggal mengungsi.

"Saya panen wortel 7 kuintal, tiba-tiba ada bencana angin. Kita tinggal mengungsi, wortel rusak, layu, dan tidak bisa dijual. Seharusnya bisa dijual Rp1,5 juta," ujarnya, Rabu (23/10).

Sementara itu aktivitas belajar mengajar libur. Seluruh siswa mengungsi karena gedung sekolah rusak. Para guru dibantu personel TNI AD membersihkan debu di ruang-ruang kelas dan memperbaiki atap kelas. Guru kelas 6 SD Negeri Tulungrejo 03, Nurul Aini mengatakan proses belajar mengajar diliburkan sampai situasinya benar-benar normal.

"430 siswa di pengungsian sejak Minggu (20/10)," ujarnya.

Nurul bersama guru lainnya, Adinda Dewi, Widodo, Katim dan Dipto kerja bakti membersihkan ruang kelas.

"Anak-anak banyak yang mengalami gangguan saluran pernapasan, diantaranya Yulian, Ririn dan Heleni," kata Nurul.

Sedangkan personel Batalion Zeni Tempur 10 Kostrad/Pasuruan terlihat memperbaiki kerusakan atap sekolahan setempat. Sebanyak 32 personel memperbaiki fasilitas umum.

"Rencananya tugas 10 hari di daerah bencana," tutur Komandan Regu Sersan Satu Sahala Sitanggang.

baca juga: Dampak Ledakan BBM, Sawah di Cimahi Tercemar Minyak

Sejauh ini situasi kondusif di Desa Sumberbrantas. Angin berhembus normal, cuaca cerah. Jaringan listrik dan telekomunikasi sudah pulih sekitar 90%. Jumlah pengungsi menurun, semula sejak bencana melanda desa pada Minggu (20/10), tercatat sebanyak 1.216 orang. Terakhir jumlahnya menjadi 668 orang. Warga berinisiatif meninggalkan pengungsian untuk membersihkan rumah masing-masing. Hasil koordinasi BPBD bersama instansi terkait dan warga telah disepakati untuk melaksanakan pemulangan pengungsi sejak Selasa (22/10) sore.(OL-3)

 

BERITA TERKAIT