23 October 2019, 10:47 WIB

Kabinet Indonesia Maju Sinyal Kuat Perang Melawan Radikalisme


Kautsar Bobi | Politik dan Hukum

ANTARA/Puspa Perwitasari
 ANTARA/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Ma'ruf Amin berfoto dengan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju.

PENGAMAT Intelijen dan Keamanan Stanislaus Riyanta menilai Kabinet Indonesia Maju menjadi sinyal Presiden Joko Widodo menyatakan perang terhadap radikalisme. Hal itu lantaran adanya individu-individu yang berkompeten menghilangkan gerakan radikal di Indonesia.

Mereka adalah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Kemanan Mahfud MD, serta Menteri Agama Fachrul Razi.

"Empat orang ini mempunyai karakter tegas dan saya yakin cukup mampu melawan radikalisme. Ini sinyal perang radikal," ujar Stanislaus, Rabu (23/10).

Ia menjelaskan empat orang tersebut sudah tepat untuk ditempatkan di kementerian-kementerian yang menjadi garda terdepan melawan radikalisme.

Baca juga: Jokowi ke Menpora Baru: Sepak Bolanya, Pak!

Terlebih kempatnya memiliki latar belakang yang lengkap dari mantan aparat negara hingga sipil.

"Pak Fachrul Razi menjadi menteri agama, bekas jenderal TNI, dari Aceh cukup tegas," tuturnya.

Selain itu, sinyal melawan radikal sudah terlihat pada pelantikan Kabinet Indonesia Maju di Istana Negera.

Presiden Jokowi secara eksplisit menyampaikan permasalahan deradikalisme menjadi pekerjaan rumah Menkopolhukam Mahuf MD dan Menteri Agama Fachrul Razi.

"Pak Jokowi mengatakan akan perang dengan radikalisme," tuturnya.

Perlu diketahui, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pada 1998 sempat menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).

Tidak jauh berbeda latar belakang militer melakat pada Menteri Agama Fachrul Razi, sebagai Wakil Panglima TNI pada 1999-2000.

Selain itu, Menteri Dalam Negri Tito Karnvian sudah tidak asing di telinga masyarakat sebagai mantan Kapolri. Selama ia menjabat, sudah cukup banyak aksi terorisme diungkap kepolisian. Terlebih pada 2016, Tito sempat menjabat Kepala Badan Nasional Penganggulangan Terorisme (BNPT).

Lebih lanjut, Menkopolhukam Mahfud MD yang kerap mengihasi wajah lini media massa sebagai pakar hukum tata negara serta sempat menjabat menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi selama dua periode 2008-2011 dan 2011-2013. (OL-2)

BERITA TERKAIT