23 October 2019, 10:23 WIB

Warga Empat Desa Keluhkan Susahnya Mendapatkan Air Bersih


John Lewar | Nusantara

MI/Dede Susanti
 MI/Dede Susanti
Musim kemarau yang cukup panjang menyebabkan banyak wilayah kekeringan termasuk di Kabupaten Sikka, NTT. 

KRISIS air bersih masih terjadi di Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur. Lebih dari empat desa di Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka mengalami krisis air terparah selama musim kemarau ini. Daerah itu perbatasan antara Kabupaten Sikka dengan Flores Timur. Empat desa yang mengalami krisis pasokan air bersih adalah Desa Kringa, Hikong, Timutawa dan Ojan. Tokoh masyarakat Yohanes Sogen asal Desa Kringa mengatakan krisis air bersih sudah terjadi setiap musim kemarau.
 
"Warga harus menempuh perjalanan 3 hingga 7 kilo meter jika kampung itu berada di pedalaman menuju ke sumber mata air, melewati lembah bukit," terang Moat Yohanes melalui sambungan telepon.

Moat Yohanes mengaku kurun waktu tujuh bulan setiap tahunnya ribuan warga di Kecamatan Tibura mengalami krisis air bersih. Akibat kekeringan, banyak tanaman sayuran mati mengering. Warga tak bisa berbuat banyak lantaran suhu udara terlampau panas.

"Kami berharap musim hujan segerah tiba. Selain itu, perlu ada solusi konkrit dari pemerintah. Yang kita minta itu saja. Termasuk instalasi perpipaan dari mata air menuju ke pemukiman empat desa di perbatasan antar kabupaten ini," pintanya.

baca juga: PLN dan Pemkot Pematangsiantar Kelola Bersama Bank Sampah

Markus Lewar tokoh masyarakat Desa Ojan meminta pemerintah menurunkan tim survei untuk mengecek daerah mana saja yang selalu langganan krisis air bersih. Sehingga pemerintah bisa punya anggaran untuk proyek air bersih ke warga.

"Kalau mengharapkan dana desa tidak cukup. Ini butuh intervensi pemerintah baik pusat provinsi dan kabupaten sehingga mampu mengakomodir kebutuhan warga," ucap Markus. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT