23 October 2019, 09:20 WIB

Santri Teladani Ulama Pertahankan NKRI


Media Indonesia | Politik dan Hukum

Dok. Twitter @Jokowi
 Dok. Twitter @Jokowi
Peringatan Hari Santri Nasional.

HARI Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober tahun ini diperingati seluruh Tanah Air dengan mengusung pesan perdamaian. Para santri pun berdiri atas perjuangan ulama yang mencintai negerinya.

Kepala Pondok Pesantren (Ponpes) Ummul Qura, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, KH Syarif Rahmat, mengatakan kendati umat Islam mayoritas, tetap harus menghormati saudara sebangsa yang nonmuslim.

"Apa yang sudah kita rajut bersama dalam bingkai NKRI dan Pancasila mari kita jaga, jangan kita sobek," tegas Syarif yang dikenal sebagai tokoh Nahdlatul Ulama (NU) kultural jebolan Perguruan Tinggi Ilmu Quran (PTIQ) Jakarta.

Syarif mengatakan pesantren yang dipimpinnya merepresentasikan pesantren dengan nuansa Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI. "Kalau orang mau tahu di mana pesantren NKRI di sinilah pesantren Indonesia," tegas Kiai Syarif yang tampil mengenakan busana adat Jawa warna hitam dengan belangkon di kepala.

Ponpes Ummul Qura memiliki tradisi khas pesantren Nusantara. Para santrinya yang berasal dari Papua, Nusa Tenggara Timur, Jambi, hingga Jawa mengenakan celana panjang atau sarung serta kopiah. Adapun santriwati mengenakan hijab biasa, bukan gamis.

Dalam memperingati Hari Santri sekaligus sebagai kepedulian terhadap dunia pendidikan, tim Metro TV datang ke Ponpes Ummul Qura menggelar pelatihan jurnalistik. Tujuannya untuk memberdayakan kemampuan para santri dan santriwati sebagai penerus bangsa di masa datang.

Presiden Joko Widodo mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional 1441 H/2019 M, melalui akun media sosialnya, kemarin. Presiden Jokowi mengharapkan terurainya segala ikatan, diberi jalan keluar dari segala kesusahan. "Dan segala hajat kita dikabulkan oleh Allah SWT," sebut Presiden Jokowi.  

Presiden menyebutkan bersama seluruh santri, kiai, dan ulama, juga segenap umat, berikhtiar melajukan bahtera bangsa menuju Indonesia maju. Kicauan Presiden Jokowi di akun Twitter dilengkapi dengan gambar animasi Presiden Jokowi bersama para santri di sebelah kanan dan santriwati di sebelah kiri Presiden Jokowi.

Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof KH Yudian Wahyudi memimpin upacara memperingati Hari Santri di kampus, Yogyakarta, kemarin. Membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia, ia menyampaikan tema perdamaian diangkat berdasarkan fakta bahwa sejatinya pesantren merupakan laboratorium perdamaian.

"Pesantren menjadi tempat menyemai ajaran Islam yang rahmatan lil alamin, Islam yang rahmah, dan moderat, di tengah masyarakat yang plural-multikultural. Melalui tauladan sikap santri yang demikian, akan terwujud masyarakat Indonesia yang penuh toleransi, dan keadilan akan benar-benar terwujud," tutur Yudian. (Tim/P-2)

BERITA TERKAIT