22 October 2019, 21:00 WIB

GIPI Ingatkan Menteri Pariwisata Harus Sosok Berkompeten


Ghani Nurcahyadi | Humaniora

ANTARA
 ANTARA
Salah satu destinasi wisata di Lombok

KETUA Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didien Junaedy berharao posisi Menteri Pariwisata dalam Kabinet Kerja Jilid II diisi oleh sosok yang punya kompetensi mumpuni di bidang pengelolaan pariwisata.

Hal itu menurutnya karena industri pariwisata saat ini sedang mengalami tren positif selamaa periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Sayang sekali kalau bangunan yang sudah bagus, pertumbuhan bagus, gairah industri bagus, dan optimisme tinggi, akhirnya harus dibongkar pasang. Proses penyesuaian sendiri butuh waktu,,” kata Didien dalam keterangan tertulisnya.

Didien mengaku menyerahkan semua keputusan soal penunjukan menteri pariwisata kepada Presiden Jokowi lewat hak prerogatifnya. Namun, ia merasa, selama 50 tahun berkecimpung di dunia pariwisata, saat ini adalah masa keemasan industri penyumbang devisa itu

Presiden Jokow, lanjut Didien mengubah totak wajah pariwisata Indonesia dengan menggunakan standar dunia, sehingga bisa mengejar ketertinggalan dari negara lain dengan cepat.

“Sektor pariwisata Indonesia sedang memasuki fase terhebat. Fase dimana pariwisata menjelma menjadi penyumbang devisa terbesar buat negara. Menjadi leading sector dan core economy. Itu sebuah capaian luar biasa,” kata Didien.

 

Baca Juga:  Mendikbud Harus Sosok yang Paham Teknologi Pendidikan

 

Didien juga menyebut, apa yang sudah disentuh Presiden Jokowi di lima tahun pertama ini sangat mendasar. Menata bangunan dasar pariwisata nasional, dari industri, sumber daya manusia (SDM) sampai ke destinasi. Selain pemasaran dan branding di dunia internasional.

“Lihat saja banyak daerah yang akhirnya menjadikan pariwisata sebagai leading sector. PAD mereka meningkat. Dan ingat, pariwisata juga membuat ekonomi negara tetap stabil saat rupiah melemah atas dollar. Baru kali ini, kolaborasi di pariwisata begitu bagus, sampai ke level daerah,” paparnya.

Karena itu, Didien mengingatkan, tujuan dari pembangunan pariwisata adalah jumlah wisman, pergerakan wisnus, dan indirect impact yakni branding yang menguat.

“Bukan hanya membuat events saja. Jangan salah fokus, dan akhirnya kehilangan banyak waktu. Kita masih harus mengejar ketinggalan,” tukasnya.

Sejauh ini sejumlah nama digadang-gadang menempati pos Kementerian Pariwisata. Salah satunya adalah Wishnutama, pengusaha media nasional yang pada Senin (21/10) dipanggil Presiden Jokowi ke Istana Kepresidenan dan diminta membantu dalam pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT