23 October 2019, 06:40 WIB

Cuaca Terik, Minuman Berkafein Perberat Dehidrasi


(Rif/Ind/H-2) | Humaniora

MI/ADAM DWI
 MI/ADAM DWI
Dr dr H Ari Fahrial Syam, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

BEREDAR pesan berantai di medsos yang menyerukan agar tidak mengonsumsi air bersuhu dingin saat suhu panas karena akan mengakibatkan pembuluh darah mikro bermasalah. Spesialis penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran UI, Ari Fahrial Syam, mencoba meluruskan hal itu.

"Itu tidak benar, tapi memang kalau saat panas itu lebih baik kita tidak langsung mengonsumsi minuman dingin karena harus bertahap. Dianjurkan minum air bersuhu normal terlebih dahulu," jelasnya, saat dihubungi di Jakarta, kemarin.

Ari melanjutkan, langsung meminum air dingin saat cuaca sedang panas-panasnya hanya akan membuat iritasi pada kerongkongan. Ia juga menyebutkan, air mineral merupakan minuman yang cukup ideal untuk memenuhi kecukupan air di dalam tubuh dan menghindari dehidrasi. Sementara itu, minuman yang mengandung kafein tidak dianjurkan karena dengan mengonsumsi minuman tersebut akan memperberat dehidrasi.

"Selama di udara terbuka, minum banyak 3-4 liter untuk cegah dehidrasi, lihat warna urine untuk melihat apakah telah terjadi dehidrasi. Jika warna urine kuning, tingkatkan jumlah minum yang dikonsumsi," urainya.

Warna urine menjadi penanda penting dehidrasi yang bisa berujung pada heat stroke (serangan panas). Saat panas, terang Ari, tubuh akan berusaha melakukan pendinginan dari dalam. Untuk itu, dibutuhkan banyak cairan sehingga harus memperbanyak minum.

Heat stroke terjadi di saat semua cairan elektrolit di dalam tubuh habis akibat penguapan yang tinggi di daerah dengan suhu panas. Hal itu membuat aliran darah di dalam tubuh tidak lancar sehingga suplai oksigen ke otak terganggu.

Gejala awal heat sroke umumnya ditandai dengan keram otot, sakit kepala, rasa haus yang sangat, lelah tidak bersemangat, keringat yang berlebihan, dan buang air kecil yang berubah menjadi keruh dan kuning.

"Untuk itu, bagi orang-orang yang memang beraktivitas di jalan harus menjaga minum yang cukup. Bawa air minum menjadi suatu keharusan," serunya.

Hindari juga paparan langsung udara panas dengan menggunakan topi, payung, dan gunakan tabir surya saat di luar ruangan. Yang tak kalah penting juga ialah jangan menunda untuk mengonsumsi makanan olahan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, suhu panas di Tanah Air akan berlanjut seminggu ke depan. enaikan suhu tertinggi tercatat di Makassar, Sulawesi Selatan, sebesar 38,8 derajat Celsius, Minggu (20/10).

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono Prabowo menyampaikan, persebaran suhu panas erat kaitannya dengan gerak semu matahari. Minimnya tutupan awan juga membuat suhu udara meningkat.

"Radiasi matahari yang diterima oleh permukaan bumi di wilayah tersebut relatif menjadi lebih banyak sehingga akan meningkatkan suhu udara pada siang hari," ucapnya. (Rif/Ind/H-2)

BERITA TERKAIT