22 October 2019, 22:24 WIB

Pendaki Cilik Indonesia Jelajahi Gunung Seorak di Korea Selatan 


mediaindonesia.com | Humaniora

Istimewa
 Istimewa
Fayyadh Qaishar Syafiq, 11, menjelajahi alam Gunung Seorak, Korea Selatan.

PELAJAR Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Islamicity Tangerang, Fayyadh Qaishar Syafiq, kembali menjelajahi alam. Kali ini perjalanan bocah berusia 11 tahun itu menjelajahi alam Gunung Seorak, Korea Selatan.

Gunung Seorak adalah gunung tertinggi ketiga di wilayah Korea Selatan. Gunung Seorak memiliki  ketinggian 1.708 meter di atas permukaan laut (Mdpl).

Untuk mendaki gunung terttinggi ketiga di 'Negeri Ginseng' tersbut bisa didaki dengan beberapa cara. Pertama, bisa dilakukan dengan pendakian manual. Kedua,dapat menggunakan sebagian perjalanan kereta gantung jarak pendek (cable car), kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki untuk mencapai puncaknya. 

Perjalanan Fayyadh kali ini dilakukan dengan berbagai kombinasi.  Untuk mencapai Gunung Soreak, ada sejumlah tantangan dan hambatan. Banyak rintangan dan jalur tak mudaj dilalui menuju Gunung Seorak.

Tidak mengherankan, banyaknya masyarakat lokal yang mendaki pegunungan Soreak sebelum pergantian musim. Dari musim gugur ke musim dingin, banyak ritual di sekitar gunung. Hal itu membuat lalu lintas macet parah hingga puluhan kilometer.

Fayyadh harus berjalan kaki sekitar 15 kilo meter menuju pintu masuk Seorak. Ia kemudian melanjutkan dengan menaiki cable car. Untuk menuju puncak Gunung Seorak, pelajar SD berusia 11 tahun itu kembali berjalan kaki dalam guyuran rintik hujan dan suhu sangat dingin sekitar 10 derajat Celsius.

Pendakian kali ini ditemani sang ayah, Jaka Lelana, yang juga hobi melakukan jelajah alam.

Kondisi pendakian di sekitar Gunung Seorak umumnya berbeda dengan gunung-gunung yang ada di Tanah Air. Jalur pendakian sudah dilapisi karet. "Dengan dilapisi karet, para pendaki dapat mencapai puncak tanpa perlu khawatir terpeleset," kata Jaka Lelana.

Selain itu, pada bagian kanan dan kiri akan menyaksikan pohon-pohon berwarna warni, mulai dari hijau, merah, kuning, oranye serta perpaduan warna lainnya. Fayyadh dan ayahnya bisa menikmati pemandangan indah di Gunung Seorak 

Pohon maple yang daun merah menyala juga menjadi menarik. Pepohonan dengan daunnya berwarna merah dan kekuningan menjadi daya terik tersendiri bagi para pengunjung.

"Karena keunikannya dan membuat area menuju puncak sempat macet karena banyak yang berfoto di sekitar pohon yang berwarna-warni tersebut," jelas Jaka.

Kata 'seorak' yang dalam arti bahasa Korea berarti 'salju'. Gunung Seorak berartai Gunung Salju yang terletak di Provinsi Gangwon yang berada di wilayah timur Korea Selatan.

Untuk menuju lokasi ini diperkirakan sekitar 3 jam dari ibu kota Seoul. Jalan mulus, cuaca yang sejuk serta pohon pohon yang menjulang tinggi membuat perjalanan terasa ringan. 

Bahkan dipinggir jalan terdapat masyarakat lokal yang menjual buah kurma apel serta buah jeruk yang bisa dibeli para pengunjung.

Gunung soreak sendiri saat di kunjungi belum terlihat salju, hanya batu batu besar mencakar langit yang menjulang tinggi.

Fayyadh juga mengaku senang bisa menjelajah alam ke Gunung Seorak. Gunung Seorak memang berbeda dengan gunung yang ada di Indonesia yang umumnya masih sangat alami dan sulit untuk diakses secara umum.

"Gunung Seorak bersih dan mudah dijangkau masyarakat. Meski untuk mendaki diperlukan kehati-hatian karena batu batu yang licin di barengi gerimis," ujar Fayyadh yang senang menjelajah gunung di Nusantara dan sejumlah negara dalam keterangannya, Selasa (22/10).

Seorak sendiri menurut warga sekitar akan dipenuhi salju pada  Desember dan Januari. Bahkan sehu di sekitar pegunungan Seorak mencapai minus 10 derajat celcius.

Selain ke Gunung Soreak, jelajah alam lainnya juga dilakukan, Fayyadh dan ayahnya ke singgasana bunga lotus. Di lokasi tersebut, terdapat patung Buddha terbesar setinggi 4,3 meter.

Patung Buddha tersebut diberi nama the Great Unification Buddha sebagai upaya pemersatu Korea Utara dan Korsel.Tinggi patung itu 14,6 meter dan beratnya diperkirakan 108 ton berlapis perunggu.

Perjalan jelajah alam Fayyadh juga diteruskan ke Nami Island, salah satu pulau terpopuler di Korsel. Lokasi ini adalah tempat makam Jenderal Nami. Jenderal Nami adalah satu pahlawan nasional Korsel dan makamnya kerap dikunjungi para pelancong dari berbagai negara.

Selain lokasi yang sejuk. Terdapat pula pohon-pohon yang berwarna-warni yang menjulang tinggi, dimana lokasi ini kerap di jadikan lokasi syuting drama korea yang banyak digandrungi remaja di Indonesia. Salah satu drama Korea yang populer adalah Winter Sonata.

Jaka Lelana juga mengajak anak-anaknya untuk berjelajah dan mengenal lebih dekat alam dan dunia luar. Hal itu akan mendidik dan memberikan pengalaman kepada anak-anak, serta mempelajari budaya dan kemajuan negara-negara lain.

"Dengan berjelajah. Ke depan anak-anak bisa berpikir maju dan menguasai dunia dari setiap perjalanan yang di singgahi di setiap negara," ucap Jaka.

Sebelumnya, jelajah alam telah dilakukan Fayyadh di antaranya mendaki Gunung Sumbing di Wonosobo Jawa Tengah, Gunung Merbabu di Boyolali Jawa Tengah, Gunung Cikurai di Garut Jawa Barat.

"Fayyadh juga telah mendaki Gunung Karang di Pabdeglang Banten, Gunung Gede sebanyak 2 kali di musim hujan dan kemarau. Kemudian di puncak Lalana di Rumpin Bogor Jawa Barat. Puncak Kencana di Cisarua Jawa Barat, Gunung Ulludag di Provinsi Bursa di Turki," terang Jaka. (OL-09)

BERITA TERKAIT