22 October 2019, 23:00 WIB

Partai Trudeau Gagal Kuasai Parlemen Kanada


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

AFP
 AFP
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau 

PARTAI Liberal Kanada berhasil memenangi pemilu sekaligus mempertahankan posisi Justin Trudeau sebagai perdana menteri. Namun, partai itu tidak mampu menguasai kursi mayoritas di parlemen dan harus berkoalisi dengan partai lainnya.

Liberal kemarin menguasai 156 dari 338 distrik elektoral, sedangkan lawannya yaitu partai konservatif pimpinan Andrew Scheer menguasai 122 distrik.

"Warga Kanada telah membuktikan suara mereka dengan menolak perpecahan. Mereka mendukung agenda-agenda progresif dan langkah-langkah mengatasi perubahan iklim," tegas Trudeau.

Ia juga meyakinkan warga wilayah Quebec bahwa meski partainya kalah di provinsi berbahasa Prancis tersebut, namun Liberal tidak akan meninggalkan mereka.

Trudeau kemudian menyoroti masalah warga Provinsi Saskatchewan dan Alberta yang merasa selama ini tersia-siakan. "Saya bisa pahami frustrasi yang anda rasakan," ujarnya.

Tantangan pertama untuk pemerintahannya mendatang ialah harus berpidato di parlemen dan menjelaskan program kerjanya.

Trudeau, 47, merupakan mantan guru yang kemudian terjun ke dunia politik. Sebelumnya ia mendapat banyak dukungan warga. Tapi, dalam pemilu kali ini, ungkap Trudeau, ia merasa banyak fitnah menimpanya.

Citra Trudeau belakangan juga memburuk akibat penanganan kasus korupsi perusahaan besar SNC-Lavalin yang tidak memuaskan warga.

Popularitasnya makin anjlok setelah munculnya foto-foto lamanya saat Trudeau berkostum dengan wajah hitam yang dituding berbau rasisme.

Dalam sebuah kampanye, Trudeau bahkan terpaksa harus memakai rompi antipeluru karena ada ancaman keamanan.

"Trudeau sudah kehilangan citranya sebagai orang baik. Reputasinya rusak," kata Lois Welsh, 77, dari wilayah Regina yang mengaku kecewa atas kemenangan Liberal.

Adapun warga lainnya, Michel Mercer dari Montreal mengatakan sengaja memilih Liberal agar Konservatif tidak berkuasa.

"Sebetulnya saya mendukung kubu Demokrat, tapi saya tidak mau Konservatif menguasai parlemen," ujarnya.

Sementara itu, banyak pula yang mengecam banyaknya fitnah yang muncul selama kampanye. "Saya muak dengan cara-cara itu. Seharusnya partai-partai berkampanye dengan cara yang lebih baik," ujar Andree Legault dari Montreal.

 

Koalisi

Sekitar 27,4 juta warga Kanada berhak memilih dalam pemilu kali ini. Terhitung sekitar 65% dari mereka yang datang ke tempat pemungutan suara.

Sebuah rekor terjadi yaitu 97 perempuan berhasil masuk parlemen, termasuk jaksa agung pertama dari suku asli Kanada yaitu Jody Wilson-Raybould yang maju sebagai kandidat independen sejak dikeluarkan dari kaukus Trudeau.

Dukungan untuk Liberal antara lain berpindah ke kandidat dari kubu separatis Quebec serta kalangan sosial demokrat.

Blok Quebec, yang sebelumnya kalah dalam pemilu 2015, kali ini berhasil meraih 32 kursi. Adapun Partai Demokratik Baru (NDP) menguasai 24 kursi.

Ketua NDP ialah Jagmeet Singh, seorang mantan pengacara beraliran kiri. Ia juga merupakan orang nonkulit putih pertama yang menjadi pemimpin partai federal di Kanada. Kali ini Singh diperkirakan bakal menjadi penentu dalam dunia politik negara itu karena Liberal memerlukan suaranya untuk menguasai parlemen.

Sementara itu, Partai Hijau, yang semula berharap mendapat kemenangan besar, ternyata hanya mampu menambah satu kursi menjadi total tiga kursi di parlemen. (AFP/X-11)

BERITA TERKAIT