23 October 2019, 00:55 WIB

Zharfa, Drama Konflik Hati Remaja Berbalut Kehidupan Santri


Bagus Pradana | Weekend

Instagram/Zharfa.themovie
 Instagram/Zharfa.themovie
Suasana syuting film Zharfa the Movie.

Berdekatan dengan Hari Santri yang jatuh pada setiap 22 Oktober, penikmat film Tanah Air disuguhi film drama religi perihal kehidupan santri putri, Zharfa.

Film ini cukup unik lantaran tercipta dari kolaborasi sineas dan aktor dua negara bertetangga, Indonesia dan Malaysia. Lokasi film juga bertempat di Malaysia dan Indonesia. Sepanjang film, penonton akan disuguhi dengan percampuran dialog antara logat Melayu khas negeri Jiran dengan dialek Indonesia ala Sunda yang tidak akan membuat bosan dari awal hingga akhir.

Plot utama film ini berpusar pada drama kehidupan Zharfa, seorang gadis Malaysia yang keras hati. Karena berkonflik dengan ibu dan ayah tirinya, ia dikirim ke suatu pesantren di Jawa Barat, Indonesia.

Dalam narasi yang dibangun Ferry Gumpa ini, penonton kemudian akan diajak merasakan aura kehidupan pesantren, pergolakan batin dari seorang santri baru, percintaan remaja, serta masalah keluarga yang dialami Zharfa.  

Aktris asal negeri Jiran, Kaka Azraff, didapuk untuk menjadi pemeran utama dalam film Zharfa The Movie garapan Ruli Wanisar. Keponakan lady rocker Malaysia, Ella, tersebut sukses menghadirkan sisi kosmopolitan dari negeri kelahirannya yang berbeda dari imajinasi kita.

Aktor kawakan Donny Alamsyah menjadi tandem Kaka Azraff dalam film produksi Mr. Rius Production ini. Selain itu, ada juga Shelomita, biduanita yang juga putri artis senior Marini. Shelomita mengaku kesulitan untuk berbicara dalam dialog melayu ketika memainkan peran sebagai ibu dari Zharfa.

"Yang paling menderita di antara semua pemain film ini adalah saya, saat yang lain harus berdialog dengan bahasa Indonesia. Saya yang bukan orang asli Malaysia, harus bisa ngomong bahasa Melayu yang dialeknya sedikit berbeda dengan Indonesia. Di situ saya sangat kesulitan meski akhirnya bisa juga karena banyak teman yang mengajari," tutur Shelomita separuh berkelakar, di saat gala premiere film Zharfa, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Cerita disajikan secara bersahaja, mengalir, dan menyentuh emosi Penonton tidak perlu berpikir keras memahami maksud dari cerita yang ditampilkan. Secara garis besar sutradara kelahiran Jakarta ini berhasil memadukan dua kebudayaan dalam film garapannya.

Tak ketinggalan film ini juga akan membuat Anda terpingkal-pingkal dengan beberapa sisipan scene komedi di dalamnya.

Untuk sebuah film keluarga, Zharfa The Movie layak untuk ditonton.

Selain itu, dua aktris pendatang baru juga diperkenalkan dalam film ini, mereka adalah Anindi Zharfa, 18, dan Berlando Deton, 16. Anindi yang sebelumnya dikenal sebagai pemain sinetron pun mengaku banyak mendapatkan pelajaran baru dalam film pertamanya ini.

"Film ini adalah film pertama saya yang tayang di bioskop. Saya beruntung karena tidak hanya tayang di Indonesia saja, di Malaysia juga akan tayang. Banyak pengalaman yang saya dapat dari film ini, banyak belajar juga dari senior-senior," ungkap gadis 18 tahun itu.

Film ini dirilis di Indonesia pada 24 Oktober 2019 dan di Malaysia 7 November 2019.

"Banyak pelajaran hidup yang dapat diambil dari kisah Zharfa, dari sisi religinya, dari sisi keluarganya. Pokoknya semuanya ada. Dan, entah mengapa saya selalu menangis jika nonton film ini terus, padahal kisah ini tidak saya alami," ujar Ferry Gumpa selaku penulis naskah. (M-2)

BERITA TERKAIT