22 October 2019, 19:50 WIB

Pemanggilan Calon Menteri Jilid II Untuk Melihat Respon Pasar


M. Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum

Dok.MI
 Dok.MI
Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research Center Djayadi Hanan

DIREKTUR Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Djayadi Hanan menyoroti perbedaan pemanggilan calon menteri pada jilid II ini dengan jilid I kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Pada Kabinet Kerja Jilid I calon menteri diperkenalkan secara langsung oleh Presiden dalam waktu bersamaan. Namun, kali ini pemanggilan calon menteri dibagi menjadi dua hari pasca pelantikan. Pada hari senin (21/10) dan selasa (22/10).

Pengumuman menteri saat ini ada yang masih samar-samar, tetapi ada juga yang cukup jelas. Sehingga hal itu menjadi model seleksi yang sudah dilakukan sejak lama.

"Ini memperkenalkan saja. Mungkin presiden sudah memutuskan nama-namanya dan posisinya. Ini hanya bagian dari pengenalan kepada publik," Kata Djayadi saat dihubungi, Selasa (22/10).

Seleksi tersebut tentuada yang melibatkan partai dan tidak. Jika nama calon menteri dari partai politik tentunya melibatkan partai koalisi.

"Tapi, jika dari kalangan profesional mungkin dapat dari internal istana dan melakukan seleksi yang memakan waktu lamalama," Ujar Djayadi.

Menurutnya, pemanggilan ini hanya untuk melihat reaksi publik. Presiden ingin melihat reaksi publik tersebut.

Reaksi publik dilihat seperti baru dua orang yang mengumumkan posisi kementerian, seperti Sri Mulyani yang kembali menjabat Menteri Keuangan dan Peabowo Subianto menjabat Menteri Pertahanan.

Ini juga untuk memberi sinyal ke pasar atau masyarakat, semua tahu kalo Sri Mulyani memiliki kredibilitas yang baik sehingga memiliki dampak positif kepada pasar.

"Kemudian, presiden memberikan kesempatan pada Prabowo mengumumkan posisinya jadi dua posisi tersebut sudah dikunci kira-kira. Tetapi, kalau yang lain itu walaupun hampir pasti tapi masih ada perubahan yang bersifat last minute," Tandasnya.

Selain itu Djayadi juga menilai bahwa posisi kementerian akan ditempatkan oleh orang yang tidak dapat di tebak sebelumnya. Dirinya mencontohkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

"Ada sejumlah menteri yang kita tidak bisa menerka misal Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itukan tidak ada figur pendidikan atau tokoh pendidikan yang dipanggil ke Istana. Sehingga masyarakat menerka-nerka," Jelas Djayadi.

"Kita tahu menteri pendidikan sangat penting tujuan utama presiden di periode kedua adalah SDM. Sehingga ada rumor kejutan di beberapa posisi," Tutupnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT