22 October 2019, 18:19 WIB

KPK Akui Pernah Periksa Sejumlah Nama Calon Menteri


Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum

MI/Rommy Pujianto
 MI/Rommy Pujianto
Juru bicara KPK Febri Diansyah

KOMISI Pemberantasan Korupsi angkat bicara mengenai nama-nama calon menteri pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Sejumlah nama pernah diperiksa komisi sebagai saksi dalam kasus berbeda.

"Beberapa orang memang pernah diperiksa KPK sebagai saksi dalam sejumlah perkara terpisah. Saya kira itu juga sudah terbuka informasinya. Namun, mereka memang baru diperiksa sebagai saksi sejauh ini," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (22/10)

Jokowi sempat memanggil Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Tetty Paruntu. Sebelumnya, Tetty juga sempat diperiksa komisi antirasuah sebagai saksi terkait dengan kasus revitalisasi pasar di Kabupaten Minahasa Selatan.

Kasus itu juga melibatkan kolega Tetty di Partai Golkar yakni Bowo Sidik Pangarso. Bowo sendiri kini tengah menjalani persidangan.

Tetty pun batal dijadikan calon menteri. Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman mengakui Istana mempertimbangkan kehati-hatian dalam pengangkatan menteri, termasuk persoalan hukum.

Baca juga : Tiga Calon Menteri pernah Diperiksa Menjadi Saksi di KPK

Calon menteri lainnya, yakni politikus Golkar Zainuddin Amali, pernah diperiksa sebagai saksi dalam dua kasus, yakni kasus suap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar dan kasus gratifikasi Sekjen Kementerian ESDM Waryono Karno.

Nama lain yakni Abdul Halim Iskandar yang merupakan kakak Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, juga pernah diperiksa KPK sebagai saksi untuk mantan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman yang menjadi tersangka kasua pencucian uang.

Calon menteri lainnya politikus PKB Ida Fauziyah juga pernah diperiksa sebagai saksi kasus korupsi penyelenggaraan haji yang melibatkan mantan Menteri Agama Suryadharma Ali.

KPK mengamini sejumlah nama tersebut pernah diperiksa namun hanya sebatas sebagai saksi.

"Terkait dengan proses pemilihan menteri, KPK tidak ingin menanggapi terlebih dahulu," ucap Febri Diansyah. (OL-7)

BERITA TERKAIT