22 October 2019, 17:33 WIB

Polisi: Ninoy Karundeng Menulis Penyataan dalam Tekanan


Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum

Antara
 Antara
Ninoy Karundeng

WAKIL Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Dedy Murti Haryadi mengatakan, Ninoy Karundeng dipaksa untuk menulis surat pernyataan oleh para tersangka. Kepada polisi dia mengaku menulis surat penyataan tidak ada penganiayaan dalam tekanan saat kejadian berlangsung pada Senin (30/9).

"Yang menuntun, ada tersangka RDS dan IZH. Mereka menuntun korban (Ninoy) agar tidak mempermasalahkan penganiayaan di TKP," kata Dedy di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (22/10)

Menurutnya, tersangka RDS dan IZH juga meminta Ninoy tak melaporkan peristiwa penganiayaan terhadap dirinya kepada pihak kepolisian. Namun, Ninoy diketahui membuat laporan polisi pada Selasa (1/10).

"Mereka (tersangka) juga menuntun korban membuat surat pertanyaan tidak lapor ke polisi," sebutnya.

Baca juga: Polisi Tetapkan 15 Tersangka Terkait Kasus Penganiayaan Ninoy

Sebelumnya, Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya menyebut sebanyak 15 orang telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus penganiayaan terhadap relawan Jokowi, Ninoy Karundeng.

Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Dedy Murti Haryadi mengatakan para tersangka telah ditahan dan mendekam di Rutan Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan

"Saat ini, satu orang masih berstatus DPO, yakni suami dari dokter IZH. Yang bersangkutan berinisial SA," Dedy di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (22/10).

Menurutnya, SA yang masih berstatus buron itu berperan memberikan komando untuk menganiaya dan mengintimidasi Ninoy Karundeng.

Sementara itu, polisi sudah berkoordinasi dengan IDI terkait status tersangka dokter IZH. Untuk penerapan pasal sendiri, kata Dedy, tetap disangkakan pasal sesuai laporan polisi yang dibuat oleh Ninoy Karundeng tersebut.

Meskipun demikian, terdapat dua tersangka ditangguhkan penahanannya karena alasan kondisi kesehatan.

"Dua tersangka ditangguhkan, yakni inisial F dan RN. Penahanan tersangka RN ditangguhkan tanggal 5 Oktober, sementara tersangka F ditangguhkan pada 15 Oktober. Alasannya karena lanjut usia dan kondisinya kurang sehat," sebutnya

Atas perbuatanya, para tersangka masing-masing berinisial AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, R, Fery alias F, dan Sekretaris Persaudaraan Alumni (PA) 212 Bernard Abdul Jabbar,

Sekjen PA 212, Jerri, dan Dokter Insani atau IZH dijerat Pasal 365 KUHP dan atau Pasal 480 KUHP dan atau Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 335 KUHP dan atau Pasal 333 KUHP. (OL-4)

BERITA TERKAIT