22 October 2019, 16:58 WIB

51 Suporter PSIM Diamankan Pasca Derby Mataram


Ardi Teristi Hardi | Sepak Bola

Mi/Ardi Teristi Hardi
 Mi/Ardi Teristi Hardi
51 Suporter PSIM bersama barang bukti dan tiga orang tersangka diamankan di Mapolresta DIY, Selasa (22/10).

SEBANYAK 51 suporter sepak bola diamankan polisi usai kerusuhan yang terjadi usai pertandingan sepak bola antara PSIM melawan Persis Solo di Stadion Mandala Krida. Dari 51 suporter ini, tiga orang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Sebanyak 51 suporter sepak bola diamankan polisi usai kerusuhan yang terjadi pascapertandingan sepak bola antara PSIM lawan Persis Solo di Stadion Mandala Krida. Dari 51 suporter, 3 orang sudah ditetapkan tersangka atas pengrusakan dua mobil dinas polisi dan dua sepeda motor dinas polisi. Kabid Humas Polda DIY, Kombes Yulianto menyatakan, banyak dari suporter yang ditangkap masih di bawah umur. Bahkan dari tiga tersangka, dua orang masih di bawah umur, berusia 15 tahun (berinisial HKC dan CU), sedangkan yang satunya lagi berinisial NCS.

Selain tiga orang tersangka, polisi juga menangkap 38 suporter untuk mencegah terjadinya bentrok dengan lingkungan.

"Hari ini penyidik Polresta Yogyakarta dibatu Polda DIY sedang memeriksa apakah unsur-unsur pidana yang bisa dikenai atau tidak. " kata dia di Mapolresta Yogyakarta, Selasa (22/10).

Yulianto mengatakan, pihaknya terus mengembangkan kasus tersebut. Tidak menutup kemungkinan tersangka akan bertambah.

"Bagi suporter yang merasa melakukan pengrusakan, kami harap segera menyerahkan diri," kata dia.

Polisi telah memiliki rekaman video yang bisa digunakan untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut. Pihaknya juga telah menyita 37 telepon genggam yang bisa dipelajari terkait komunikasi yang mereka lakukan. Misalnya, adakah rencana untuk membuat kerusuhan?

Selain itu, polisi juga mengamankan 7 molotov sebelum pertandingan dan 12 molotov didapat di luar pagar setelah pertandingan. Polisi juga mengamankan 17 sepeda motor para suporter. Kerusuhan kemarin menjadi pelajaran sekaligus bahan pertimbangan bagi kepolisian untuk pertandingan-pertandingan sepak bola selanjutnya.

"Peristiwa kemarin menjadi bahan pertimbangan untuk memberikan izin pertandingan," kata dia

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengaku sangat prihatin atas kerusuhan yang terjadi. Apalagi alasannya tidak jelas. Pendukung PSIM harus harus melakukan kekerasan dan pengrusakan aset-aset negara. Sultan pun mempertanyakan, alasan para suporter harus menjadi orang beringas hingga melakukan kekerasan.

Sultan pun menyampaikan wacana, jika terjadi kerusuhan seperti ini, klub sepak bola tidak usah diberi izin pertandingan. Namun, lanjut dia, semua itu diserahkan kepada Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, yang melakukan evaluasi.

"(Alasannya) akhirnya pertandingan sepakbola tidak bermanfaat karena menelurkan orang-orang tidak beradab," kata dia.

baca juga: Gempa Magnitudo 5,5 Warga Sumbar Waspada

Menurut Sultan, tidak menutup kemungkinan kekerasan serupa terjadi lagi lain waktu dan bisa terjadi Stadion Mandala Krida dirusak. Dalam pertandingan tersebut, PSIM kalah 2-3 atas Persis Solo. Laga ini biasa disebut dengan derby Mataram. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT