22 October 2019, 15:20 WIB

Polisi Tetapkan 15 Tersangka Terkait Kasus Penganiayaan Ninoy


Ferdian Ananda Majni | Megapolitan

MI/RAMDANI
 MI/RAMDANI
ilustrasi -- penganiayaan

PENYIDIK Ditreskrimum Polda Metro Jaya menyebut sebanyak 15 orang telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus penganiayaan terhadap relawan Jokowi, Ninoy Karundeng.

Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Dedy Murti Haryadi mengatakan para tersangka telah ditahan dan mendekam di Rutan Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

"Saat ini, satu orang masih berstatus DPO, yakni suami dari dokter IZH. Yang bersangkutan berinisial SA," Dedy di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (22/10).

Menurutnya, SA yang masih berstatus buron itu berperan memberikan komando untuk menganiaya dan mengintimidasi Ninoy Karundeng.

Sementara itu, polisi sudah berkoordinasi dengan IDI terkait status tersangka dokter IZH. Untuk penerapan pasal sendiri, kata Dedy, dokter IZH tetap disangkakan pasal sesuai laporan polisi yang dibuat oleh Ninoy Karundeng tersebut.

Meskipun demikian, terdapat dua tersangka ditangguhkan penahanannya karena alasan kondisi kesehatan.

"Dua tersangka ditangguhkan, yakni inisial F dan RN. Penahanan tersangka RN ditangguhkan tanggal 5 Oktober, sementara tersangka F ditangguhkan pada 15 Oktober. Alasannya karena lanjut usia dan kondisinya kurang sehat," sebutnya

Atas perbuatan mereka, para tersangka dijerat Pasal 365 KUHP dan atau Pasal 480 KUHP dan atau Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 335 KUHP dan atau Pasal 333 KUHP.

Baca juga: Polisi Sebut Tersangka Penganiayaan Ninoy Bertambah 14 Orang

Diketahui Ninoy dianiaya oleh sejumlah orang di Masjid Al Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat pada Senin (30/9) lalu. Dia diduga merekam aksi unjuk rasa dan demonstran yang sedang mendapatkan pertolongan karena terkena gas air mata di kawasan tersebut.

Sebelumnya, 13 orang telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus penganiayaan terhadap pegiat media sosial, Ninoy Karundeng. Tiga dari belasan orang tersangka itu adalah seorang perempuan dan hanya 13 orang yang ditahan.

Ketiga perempuan itu dijerat dengan pasal UU ITE karena terbukti merekam dan menyebarkan video saat Ninoy saat diinterogasi orang tak dikenal.

Kemudian untuk tersangka AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, R, Fery alias F, dan Sekretaris Persaudaraan Alumni (PA) 212 Bernard Abdul Jabbar,

Sekjen PA 212, Jerri, dan Dokter Insani dijerat dengan Pasal 170 KUHP, Pasal 335 KUHP dan Undang-undang ITE. (A-4)

BERITA TERKAIT