22 October 2019, 15:11 WIB

Pemprov Aceh Daftarkan Tari Seudati ke Unesco


Amiruddin Abdullah Reubee | Nusantara

MI/Amiruddin Abdullah Reubee
 MI/Amiruddin Abdullah Reubee
Tari Seudati akan didaftarkan ke Unesco sebagai warisan budaya tak benda. 

PEMERINTAH Provinsi Aceh, segera mendaftarkan Tarian Seudati ke UNESCO, sebagai warisan seni budaya tak benda. Pendaftaran itu dilakukan supaya Tarian Seudati ditetapkan dan diakui sebagai warisan dunia budaya tak benda milik masyarakat Aceh. Tarian Seudati mempunyai keunikan menarik. Di antaranya yaitu menggunakan tangan sebagai media gerak, tidak memiliki alat musik khusus kecuali menepuk tangan pada perut.

Lalu pergerakannya makin lama makin cepat dan keras. Lebih menarik lagi dimainkan oleh puluhan lelaki dengan pergerakan disiplin dan serentak. Kemudian dengan gerakan sangat seru hingga setiap penonton terkesima.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin, di sela-sela pembukaan Festival Seudati se-Provinsi Aceh, kepada Media Indonesia, Selasa (22/10) mengatakan pengajuan penetapan Seudati ke UNESCO, guna melindungi kekayaan seni budaya Indonesia dari ancaman kepunahan. Hal ini diharapkan mampu mewarisi dan melestarikan seni budaya yang lahir sekitar abad ke-16 tersebut.

"Ini penting supaya tercatat dan diakui oleh dunia internasional kekayaan budaya kita. Selalu terpelihara dan tidak hilang atau diklaim milik bangsa lain. Harapannya Seudati berhasil mendapat pengakuan UNESCO sebagai warisan budaya tak benda ke 18 milik Indonesia,  setelah sebelumnya urutan ke 16 diraih tarian Saman Gayo dan urutan 27 kue Lumpia," kata Jamaluddin.

Tari Seudati adalah sebuah tarian berasal dari pesisir Selat Malaka kawasan Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Awalnya seni budaya ini dilahirkan oleh seorang ulama besar Aceh Syeh Abdurrauf As-Singkili, sebagai syair dan syiar dalam rangka mengembangkan Islam di bumi Aceh.

Seudati asal katanya dari Sahadatain atau dua Sahadat yang berarti pengakuan kepada Allah dan Rusulullah Muhammad SWT. Setelah tersebar ke berbagai pelosok Serambi Mekkah, tarian Seudati tumbuh menjadi seni budaya masyarakat setiap adan acara adat seperti perkawinan. Di dalamnya terkandung dakwah religius, pesan sosial, nasihat dan membangun kekompakan antar masyarakat.

baca juga: Pesantren Telah Diakui Setara Pendidikan Formal

Di bagian lain, lembaga dunia UNESCO juga telah mengakui tarian Saman Gayo sebagai warisan budaya tak benda asal Provinsi Aceh. Penetapannya persisi pada 24 November 2011 setelah melalui proses pengkajian dan penelusuran mendalam. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT